Jumat, 10 April 2026

Covid 19

Omicron Tidak Separah Delta, Masyarakat Diimbau Tetap Tenang dan Waspada

Pemerintah terus berupaya mengendalikan penularan COVID-19. Terutama menjaga agar layanan kesehatan bisa berjalan optimal di tengah kenaikan kasus

Editor: Maickel Karundeng
Tribunnews.com
ilustrasi yang diambil di London pada 2 Desember 2021 menunjukkan empat jarum suntik dan layar bertuliskan 'Omicron', nama varian baru covid 19, dan ilustrasi virus.    

TRIBUN-PAPUA.COM,JAYAPURA- Pemerintah terus berupaya mengendalikan penularan COVID-19.

Terutama menjaga agar layanan kesehatan bisa berjalan optimal di tengah kenaikan kasus harian COVID-19 yang sebagian besar disebabkan varian Omicron.

Meskipun COVID-19 varian Omicron ini menular lebih cepat daripada varian Delta sebelumnya, gejala-gejala yang ditimbulkan Omicron tidak seberat gejala Delta.

Namun, masyarakat harus tetap waspada karena bisa berbahaya bagi beberapa kelompok tertentu.

Baca juga: Kades Ungkap Sosok Pemimpin Tunggal Jati Nusantara yang Gelar Ritual Maut di Pantai Payangan

Seperti pada lansia, anak-anak, orang dengan komorbid, dan orang yang belum divaksinasi.

"Vaksinasi yang masif ini membantu kita tidak sampai bergejala berat saat terinfeksi virus COVID-19,"kata Prof. dr. Abdul Kadir, Ph.D, Sp.THT-KL(K), M.ARS, Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan yang dilansir Tribunhealth.com dari situs resmi sehatnegeriku.kemkes.go.id.

dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid, Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan, menghimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan waspada.

Baca juga: Asal Bikin Polisi Tidur di Kompleks, Sanksi Rp 24 Juta

"Kita terbiasa melihat angka kasus yang naiknya perlahan saat varian Delta kemarin, jadi ketika melihat lonjakan kasus yang sebagian besar disebabkan varian Omicron menjadi panik."

"Kami imbau masyarakat untuk tetap tenang, namun tetap waspada. Meskipun kasus naik dengan cepat karena penyebaran virus lebih cepat dibanding Delta."

"Namun gejala Omicron tidak separah varian Delta dengan sebagian besar pasien tanpa gejala (OTG) dan bergejala ringan,"ujarnya.

Baca juga: Waduh, Ada Rp 25 Triliun Tagihan Rumah Sakit Covid-19 Belum Dibayar

Pernyataan ini dibuktikan dari angka keterisian tempat tidur dan isolasi COVID-19 di rumah sakit masih sangat terkendali, dibanding tahun lalu.

Isolasi dan Layanan Telemidisin

Lebih lanjut, bagi masyarakat yang bergejala ringan maupun tanpa gejala, disarankan untuk isolasi mandiri di rumah maupun di isolasi terpusat yang sudah disediakan pemerintah.

Baca juga: Kisah Tan Malaka, Tokoh Komunis yang Diasingkan Indonesia Namun Diberi Gelar Pahlawan Nasional

Bagi pasien isolasi mandiri di rumah bisa memanfaatkan layanan telemedisin jika tersedia atau melapor ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan pemantauan secara medis oleh petugas kesehatan.

"Untuk paket obat pasien isoman, saat ini sudah 95 persen kita bisa mengantarkan obat ke rumah pasien dalam tempo 1×24 jam, dan sudah mempercepat pengadaan obat bekerjasama dengan Kimia Farma,"kata Prof. Kadir.

Baca juga: Vaksin Merah Putih Mulai Memasuki Tahap Uji Klinis

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved