Kronologi Pembunuhan Nakes yang Jasadnya Dibuang di Tol, Pelaku Aniaya lalu Bunuh Anaknya Lebih Dulu

Polisi mengungkapkan bahwa jenazah yang ditemukan di bawah jembatan Tol Semarang merupakan seorang tenaga kesehatan (nakes) berinisial SK (32).

Editor: Claudia Noventa
KOMPAS.com/RISKA FARASONALIA
Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah, Kombes Djuhandhani Rahardjo Puro saat konferensi pers kasus nakes dibunuh tunangan dan jasadnya dibuang di Tol Semarang 

TRIBUN-PAPUA.COM - Polisi mengungkapkan bahwa jenazah yang ditemukan di bawah jembatan Tol Semarang merupakan seorang tenaga kesehatan (nakes) berinisial SK (32).

Diketahui, SK ditemukan dengan kondisi kaki terikat dan membusuk pada 13 Maret 2022 di kolong jembatan Tol KM.425 Pudakpayung, Semarang, Jawa Tengah.

Sementara, tak jauh dari lokasi penemuan jasad wanita, tepatnya di kolong jembatan Tol KM.426 polisi menemukan kerangka anaknya MF (5) pada 16 Maret 2022.

Baca juga: Nakes bersama Anaknya yang Ditemukan Tewas di Kolong Jembatan Tol Semarang Dibunuh Tunangannya

Baca juga: Oknum Wartawan Ditangkap Polisi setelah Curi Ponsel Milik Rekan Seprofesi, Awalnya Tak Mau Ngaku

Kini, polisi mengungkap kronologi pembunuhan yang dilakukan oleh tunangan SK, yakni DC (31), pria asal Lasem, Rembang.

Kabid Dokkes Polda Jateng, Kombes Pol Summy Hastry Purwanti mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan medis dapat disimpulkan bahwa korban SK sudah meninggal dunia sekitar sepekan.

Disebutkan terdapat tanda kekerasan di bagian leher hingga menyebabkan kematian.

"Waktu kematiannya antara lima sampai tujuh hari. Memang ada kekerasan tumpul pada leher yang menyebabkan mati lemas sehingga meninggal. Baru dibuang di bawah jembatan. Meninggal karena kekerasan tumpul pada leher korban," kata Hastry saat gelar perkara di Mapolda Jateng, Jumat (18/3/2022).

Sedangkan, dari pemeriksaan kerangka anak kecil yang ditemukan telah diketahui bahwa korban meninggal hampir sebulan.

"Dari kerangka terdiri dari tulang dada, tulang tangan dan kaki, jari-jari sudah hilang tidak menggunakan pakaian dan cepat membusuk karena anak-anak. Meninggal sekitar 3 sampai 4 minggu yang lalu," ujarnya.

Baca juga: Kekerasan Seksual Bukan Karena Pakaian, Nur Aida: Mindset Pria Harus Dirubah

Dari hasil identifikasi, diketahui bahwa korban anak sesuai dengan keterangan keluarga yang melaporkan kehilangan.

"Kita cocokkan, dari tinggi badan, bentuk wajah dan kerangka sesuai dari foto yang disampaikan ke kami. Untuk kepastian menyeluruh kita masih menunggu hasil DNA walaupun secara indentitas sudah cocok," ungkapnya.

Sementara itu, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah, Kombes Djuhandhani Rahardjo Puro mengatakan pelaku terlebih dulu membunuh anak korban dengan cara dianiaya dan disekap di dalam kamar.

Pelaku diketahui sejak Oktober 2021 sudah menjalin hubungan dekat dengan korban yang sama-sama berprofesi sebagai nakes dan sudah melamar ke pihak keluarga.

"Selama ikut tersangka korban sering disiksa, dikunci dalam kamar dan tidak pernah diberi makan hingga meninggal dunia pada 20 Februari 2022," ungkapnya.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved