Kesehatan

Cakupan Imunisasi Anak Rendah Akibat Covid-19, Kemenkes Antisipasi Dengan BIAN

COVID-19 telah mengakibatkan cakupan imunisasi rutin lengkap anak menjadi rendah.

Editor: Musa Abubar
Istimewa
Suasana pelaksanaan imunisasi di Puskesmas Lanny Jaya 

TRIBUN-PAPUA.COM,JAYAPURA - COVID-19 telah mengakibatkan cakupan imunisasi rutin lengkap anak menjadi rendah.

Untuk mengejar kekurangan cakupan tersebut pemerintah menyelenggarakan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) dalam rangka pekan imunisasi dunia.

Baca juga: Daftar Lengkap Wilayah PPKM Level 1-3 di Seluruh Indonesia, Cek Papua dan Papua Barat

Sekitar 800 ribu anak di seluruh Indonesia berisiko lebih besar tertular penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin seperti difteri, tetanus, campak, rubella, dan polio.

Berdasarkan data rutin terbaru Kementerian Kesehatan RI cakupan imunisasi dasar lengkap telah menurun secara signifikan sejak awal pandemi COVID-19, dari 84,2 persen pada tahun 2020 menjadi 79,6 persen pada tahun 2021.

Baca juga: Pasien Meninggal, Keluarga Persekusi Dokter di RSUD Jayapura, Direktur Lapor Polisi

Penurunan cakupan imunisasi rutin baru-baru ini disebabkan oleh berbagai faktor termasuk gangguan rantai pasokan, aturan pembatasan kegiatan, dan berkurangnya ketersediaan tenaga kesehatan, yang menyebabkan penghentian sebagian layanan vaksinasi pada puncak pandemi COVID-19.

Survei Kementerian Kesehatan dan UNICEF yang dilakukan pada tahun 2020 juga menemukan bahwa setengah dari orang tua dan pengasuh yang disurvei enggan membawa anaknya ke fasilitas kesehatan karena takut tertular COVID-19 atau khawatir tidak ada protokol kesehatan yang tepat.

Baca juga: Ini Alasan David Rumakiek Hanya Dikontrak 1 Tahun di Persib

Saat ini pemerintah berupaya memulihkan cakupan yang hilang akibat gangguan kegiatan imunisasi terkait COVID-19.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin meminta orang tua dan pengasuh untuk membawa anaknya yang belum mendapat imunisasi lengkap ke Puskesmas, Posyandu dan fasilitas kesehatan lainnya selama Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) berlangsung.

Baca juga: Digugat Suporter Persipura Buntut Mutiara Hitam Degradasi, Ini Tanggapan Persib Bandung

“Dengan momentum pekan imunisasi dunia ini diharapkan dapat meningkatkan semangat tenaga kesehatan, masyarakat dan jajaran pemerintah daerah maupun mitra pembangunan menjalankan program imunisasi demi tercapainya tujuan keluarga indonesia yang sehat dan berkualitas,” kata Menteri Budi di Jakarta, Sabtu (16/4/2022) dikutib dari kemkes.go.id.

Tahap I pelaksanaan BIAN akan dimulai pada Mei 2022 di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua. Sedangkan tahap II akan berlangsung pada Agustus 2022 di Jawa dan Bali.

Baca juga: Kalahkan Jokowi dan Cak Imin, Eks Ketua Umum Partai Demokrat Punya Peluang Besar Nyapres di 2024

Selama periode BIAN, satu dosis imunisasi campak-rubella akan diberikan terlepas dari status imunisasi sebelumnya sesuai target berdasarkan rekomendasi yang ditetapkan untuk masing-masing wilayah.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved