Info Merauke
Tangis CPNS Ini Pecah saat Hadiahkan Selendang Timor NTT kepada Bupati Merauke
Selendang asli buatan orangtua saya sendiri. Diberikan kepada orang yang tepat sebagai penghormatan saya
Penulis: Yulianus Bwariat | Editor: M Choiruman
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Hidayatillah
TRIBUN-PAPUA.COM, MERAUKE - Momen haru terekam saat seorang Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi umum Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke, Margarita Laktosi memberikan hadiah atau cinderamata berupa selendang timor asal Nusa Tenggara Timur (NTT) kepada Bupati Merauke, Romanus Mbaraka di Auditorium Kantor Bupati, Sabtu (11/6/2022).
• Serahkan 344 SK CPNS Formasi 2018, Bupati Romanus Mbaraka: Jangan Mangkir
Perempuan yang ditelurusi Tribun-Papua.com berasal dari Kupang, NTT itu terbata-bata saat mengungkapkan rasa haru kepada orang nomor satu di Kabupaten Merauke.
"Saya sangat bersyukur kepada Tuhan. Sebuah perjuangan bagi kami orang biasa sangat luar biasa. Hanya doa yang bisa kami sampaikan kiranya kekuatan, kesehatan, Tuhan anugerahkan kepada bapak bupati dan jajaran," ucapnya tak kuasa membendung airmata.
"Ada selendang dari daerah asal saya di NTT, saya berikan kepada bapak sebagaimana pengabdian saya di Papua di Kabupaten Merauke," imbuhnya.
• Pesan Bupati Merauke saat Raker YPPK, Romanus Mbaraka: Jadi Mitra Koordinasi dengan Pemerintah
Ditempat berbeda, CPNS formasi umum 2018 Pemkab Merauke yang akrab disapa Ita ini kepada Tribun-Papua.com menuturkan, Bupati Merauke Romanus Mbaraka dan jajarannya bersama Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Merauke telah bekerja keras memperjuangkan haknya mulai dari pemberkasan usul NIP CPNS.
"Saya sangat terharu dengan setiap perkataan dan momen yang ada. Bupati memberikan secercah harapan, mewujudkan impian saya menjadi PNS," ungkapnya.
Menurut Ita, selendang timor khas daerahnya adalah kebanggan bagi orang NTT yang digunakan untuk momen-momen tertentu.
"Selendang asli buatan orangtua saya sendiri. Diberikan kepada orang yang tepat sebagai penghormatan saya," lugasnya.
• Inilah Terobosan Bupati Merauke, Romanus Mbaraka Akhirnya 7 Kali Raih WTP
Dia mengaku sudah tak memiliki harapan saat pengumuman CPNS formasi umum 2018. Beruntung dia berhasil lulus murni di tingkat nasional namun kebijakan pimpinan sebelumnya mengalihkan porsi kelulusan tersebut kepada orang lain yang memang diprioritaskan untuk Orang Asli Papua (OAP) sebanyak 180 kuota.
Namun kebijakan pimpinan saat ini telah memperjuangkan 380 orang CPNS formasi umum 2018 di antaranya adalah 180 orang lulus murni dan 180 orang diluluskan atas kebijakan kepala daerah sebelumnya.
"Sudah tiga tahun hampir 4 tahun, secara khusus pribadi saya tidak ada harapan lagi. Bisa dibayangkan mulai 2018 ikut tes dan lulus namun saat diumumkan nama kami tidak ada. Sekarang seolah mimpi, Bupati Romanus Mbaraka dan jajaran bekerja keras membuat segala sesuatunya terwujud. Memperjuangkan nasib kami. Walaupun SK belum saya terima," ujar Ita.
• Romanus Mbaraka dan Beatus Tambaip Resmikan Stadion Universitas Musamus Merauke
Ibu muda kelahiran Kupang 15 Mei 1985 ini menjelaskan, saat penyerahan SK 344 CPNS di auditorium kantor bupati ternyata namanya bersama 28 orang dalam proses pembuatan NIP secara online oleh BKPSDM Merauke.
"Saat bupati selesai penyerahan SK dan keluar ruangan. Baru dibacakan SK oleh panitia, ternyata nama saya tidak ada di 344 CPNS. Tapi termasuk 29 nama yang SK nya belum keluar karena dalam proses. Saya minta dengan hormat kepada bupati dan jajaran bisa memproses perlengkapan SK kami 29 orang yang tertunda supaya segera kami terima," harap Ita.
Dia menambahkan, formasi yang diikuti adalah SD Semangga Merauke. Namun belum diketahui nantinya di SK CPNS yang diterima.
• Romanus Mbaraka: Kantor Bupati Merauke akan Jadi Kantor Gubernur PPS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/selendang-timor.jpg)