Korupsi di Papua

Masyarakat Adat Saireri Dukung KPK Usut Dugaan Korupsi di Pemkab Mamberamo Tengah Papua

KPK mendapat dukungan dari masyarakat adat Papua demi mengusut kasus dugaan suap dan gratifikasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mamberamo Tengah.

Tribun-Papua.com/Tangkapan Layar
Ketua Dewan Adat Wilayah Saireri, Sopater Ayomi mendukung KPK segera mengusut tuntas kasus dugaan korupsi di pemerintahan Kabupaten Mamberamo Tengah, Papua. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Calvin Louis Erari 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mendapat dukungan dari masyarakat adat Papua guna mengusut kasus dugaan suap dan gratifikasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mamberamo Tengah.

Dukungan kali ini datang dari tokoh masyarakat adat wilayah Saireri, satu dari lima wilayah adat di tanah Papua.

Diketahui, wilayah adat Saireri meliputi lima kabupaten; Kepulauan Yapen, Biak, Supiori, Waropen dan Nabire.

"Kami memberi dukungan dan apresiasi kepada KPK agar dugaan kasus korupsi di Mamberamo Tengah dilakukan secara jujur dan transparan," kata Ketua Dewan Adat Wilayah Saireri, Sopater Ayomi, dalam video singkat diperoleh Tribun-Papua.com, di Jayapura, Senin (13/6/2022). 

Baca juga: Kantor DPR Diduduki Massa, KPK Diminta Hentikan Kasus Dugaan Korupsi di Mamberamo Tengah Papua

Sopater mengimbau masyarakat adat wilayah Saireri untuk tidak terlibat dalam berbagai isu provokatif, menyangkut dugaan korupsi di Mamberamo Tengah.

"Masyarakat adat di wilayah Saireri agar menghargai semua proses hukum yang kini sedang dilaksanakan di Mamberamo Tengah dan harus mendukung proses hukum tersebut," imbaunya.

KPK Sita Dokumen dan Aliran Uang Suap

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pengeledahan Pada tiga lokasi di Papua terkait dugaan suap dan gratifikasi yang melilit sejumlah pihak Kabupaten Mamberamo Tengah.

Penyidik KPK menemukan catatan aliran uang saat menggeledah rumah kediaman di Wamena, Kabupaten Jaya Wijaya, pada Kamis (9/6/2022).

Halaman
123
Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved