Pemekaran Papua

Klaim Ada Aspirasi agar Pj Gubernur 3 DOB Papua Dijabat 'Orang Luar', Mendagri: Minta Orang Netral

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengeklaim bahwa ia menerima aspirasi agar Pj Gubernur 3 DOB di Papua dijabat bukan oleh putra daerah.

(KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO)
Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian saat pelantikan menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10/2019) - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengeklaim bahwa ia menerima aspirasi agar Pj Gubernur 3 DOB di Papua dijabat bukan oleh putra daerah. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Penjabat (Pj) Gubernur untuk tiga Daerah Otonomi Baru atau DOB di Papua belum ditetapkan pemerintah.

Diketahui, tiga DOB di wilayah Papua tersebut yakni Papua Pegunungan, Papua Tengah, dan Papua Selatan.

Terkait Pj Gubernur di tiga DOB di Papua, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengeklaim bahwa ia menerima aspirasi agar jabatan tersebut diemban bukan oleh putra daerah.

Baca juga: Sebut Pembentukan DOB Papua untuk Pemerataan Pembangunan, Jokowi: Memudahkan Jangkauan Pelayanan

Pulau Papua
Pulau Papua ((Google Maps))

Dilansir Kompas.com, Tito mengeklaim, aspirasi tersebut ia terima dari tokoh masyarakat lokal, namun ia tak menyebut lebih detail siapa tokoh masyarakat yang dimaksud.

"Justru tokoh-tokohnya minta orang netral, dari luar (Papua),” kata Tito dalam rapat kerja di Komisi II DPR RI bersama badan-badan penyelenggara pemilu, Rabu (31/8/2022).

“Di Papua Pegunungan minta agar orang netral, minimal bukan dari daerah sini, dari luar juga boleh, asal netral," lanjutnya.

Menurut Tito, aspirasi itu dikemukakan karena adanya kekhawatiran terjadi konflik sosial jika pemerintah menunjuk putra daerah sebagai pj gubernur provinsi baru.

Baca juga: Soal Kriteria Pj Gubernur di 3 DOB Papua, Ini Kata Wamendagri

Sejak awal, kekhawatiran ini memang telah diungkapkan pula oleh sejumlah lembaga swadaya masyarakat dan pegiat hak asasi manusia (HAM) serta pengamat Papua.

Rentan timbul persaingan antarkelompok sosial dalam memperebutkan jabatan kekuasaan baru yang muncul karena dibentuknya provinsi baru.

Tito mengaku belum mengambil keputusan mengenai aspirasi ini.

Undang-undang tentang Otonomi Khusus Papua memang mengamanatkan agar daerah di Papua dipimpin oleh putra daerah alias orang asli Papua (OAP).

Baca juga: Soal Penetapan Pj Gubernur 3 DOB di Papua, Wamendagri: Paling Lambat Akhir Oktober

Namun, menurutnya, beleid itu berlaku bagi jabatan definitif.

Sementara itu, 3 provinsi baru di Papua akan dijabat oleh penjabat gubernur hingga Pemilu 2024.

"Ini masih terbuka opsi, saya tidak mengatakan harus orang di luar Papua, tapi kami mau menangkap aspirasi yang berkembang terutama dari masyarakat asli Papua," kata Tito. (Kompas.com/Vitorio Mantalean)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Mendagri Klaim Terima Aspirasi agar Pj Gubernur DOB Papua Dijabat "Orang Luar"

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved