Aksi Bela Lukas Enembe

Sikapi Rencana Unjuk Rasa Save LE, Ini 8 Poin Imbauan PJ Walkot Jayapura

Terkait aksi demo yang akan berlangsung nantinya itu, Polresta Jayapura Kota sudah mempersiapkan sejumlah pengamanan.

Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Aldi Bimantara
Penjabat Wali Kota Jayapura Frans Pekey. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Aldi Bimantara

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Menyikapi rencana aksi unjuk rasa Save Gubernur Papua Lukas Enembe pada Selasa 20 September 2022, Penjabat Wali Kota Jayapura mengeluarkan 8 poin imbauan untuk menjadi perhatian.

Imbauan tersebut disampaikan Penjabat Wali Kota Jayapura, Frans Pekey kepada awak media, termasuk Tribun-Papua.com di Kantor Wali Kota Jayapura, Entrop, Distrik Jayapura Selatan, Senin (19/9/2022).

Baca juga: Aksi Bela Lukas Enembe, Ratusan Massa di Sentani Desak Polisi Beri Pengawalan Menuju Jayapura

"Berkenaan dengan adanya informasi melalui selebaran, tentang akan dilaksanakannya demonstrasi di wilayah Kota Jayapura pada Hari Selasa 20 September 2022, dan berbagai informasi di media sosial, maka saya mengeluarkan imbauan ini, " katanya.

Adapun 8 poin imbauan Pj Wali Kota Jayapura Frans Pekey menyikapi rencana aksi demo yang dirangkum Tribun-Papua.com ialah sebagai berikut:

 

 

  1. Tidak melakukan aksi demo sesuai imbauan Kapolresta Jayapura Kota
  2. Seluruh warga masyarakat Kota Jayapura turut serta bertanggung jawab menciptakan situasi kota yang aman, damai dan kondusif sebagai rumah kita, istana kita dan honai kita bersama
  3. Tidak mudah terprovokasi dengan beredarnya selebaran-selebaran yaitu ajakan demonstrasi dan ajakan melakukan perlawanan jika adanya aksi anarkis, karena akan merugikan kita semua
  4. Tidak melakukan aksi longmarch atau pergerakan massa berjalan kaki di jalan raya, karena akan mengganggu aktivitas pendidikan, ekonomi, pemerintahan, sosial masyarakat dan bahkan bisa menimbulkan upaya provokatif yang berujung anarkis
  5. Tidak melakukan pergerakan massa dari luar Kota Jayapura, karena masyarakat Kota Jayapura hidup dengan cinta damai, penuh toleransi dan hidup berdampingan satu dengan lainnya, selayaknya semangat satu hati membangun kota demi kemulian nama Tuhan.
  6. Sampaikan aspirasi melalui jalur yang ada dan tempat yang tepat secara beradab dan humanis tanpa mengganggu aktivitas ataupun kenyamanan orang lain
  7. Jika adanya aspirasi masyarakat yang berhubungan dengan tindakan hukum, maka kita serahkan melalui jalur hukum untuk membuktikan dan menegakkan keadilan dan kebenaran
  8. Aparat keamanan selalu menjamin keamanan dan kenyamanan bagi seluruh warga masyarakat Kota Jayapura, maka lakukan aktivitas seperti biasa.

Baca juga: Kuasa Hukum Gubernur LE: Mahfud MD Jangan Perkeruh Situasi dengan Statement Menyesatkan!

Frans mengatakan 8 poin tersebut ia sampaikan kepada seluruh masyarakat Kota Jayapura, demi kenyamanan dan kedamaian bagi semuanya.

"Mari kita semua menjaga kota kita ini tetap kondusif dan menjadi kota yang damai," tutupnya.

Sekadar diketahui, pasca penetapan Gubernur Papua Lukas Enembe, sebagai tersangka gratifikasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), ribuan massa pendukung akan menggelar aksi demo di Kota Jayapura, pada Selasa 20 September 2022.

Hak itu dilakukan sebagai bentuk protes terhadap KPK, yang dinilai melakukan kriminalisasi terhadap Gubernur Papua Lukas Enembe.

Terkait aksi demo yang akan berlangsung nantinya itu, Polresta Jayapura Kota sudah mempersiapkan sejumlah pengamanan, dan ribuan personel POLRI untuk mengawal aksi demo, yang rencananya akan dipusatkan di Taman Imbi Kota Jayapura. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved