Info YPMAK
Kuliah Keperawatan, Gadis Asli Mimika Ini Berjanji Melayanai Masyarakat Dengan Tulus
"Saya sudah semester 7 sementara pengajuan judul. Kalau selesai nanti saya pulang untuk melayani masyarakat khusnya di Kampung Banti dengan tulus."
Penulis: Marselinus Labu Lela | Editor: Roy Ratumakin
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Marselinus Labu Lela
TRIBUN-PAPUA.COM, TIMIKA – Program besasiswa Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme Kamoro (YPMAK) selaku pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI) kian dirasakan manfaatnya oleh para peserta mahasiwa di Surabaya.
Satu di antaranya adalah Apeana Kum yang lahir di Tembagapura, Kampung Banti I pada, 26 Agustus 1998 kini memanfaatkan kesempatan itu dengan mengambil jurusan keperawatan di Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya dan saat ini sudah semester 7.
Apeana merupakan anak pertama dari tiga bersaudara merupakan buah kasih Simson Kum, dan Rosiana Uamang.
Baca juga: YPMAK Kunjungi Penerima Beasiswa di API Banyuwangi, Direktur: Kami Yakin Lulus Mendapat Pekerjaan
"Saya sudah semester 7 sementara pengajuan judul. Kalau selesai nanti saya pulang untuk melayani masyarakat khusnya di Kampung Banti dengan tulus," kata Apeana kepada Tribun-Papua.com, Jumat (23/9/2022).
Alasan dirinya untuk melayani warga di kampungnya mengingat selama ini pelayanan kesehatan sangat minim.
"Saya suka melayani masyarakat dari segi kesehatan agar mereka tidak sakit. Itu impian saya sejak dulu," ujarnya.
Selain itu Apeana juga mengucapkan terimaksih kepada YPMAK dan PT Freeport karena karena telah membiayai selama kuliah.
"Ini adalah kesempatan dan harus dimanfaatkan dengan baik, dan setelah selesai saya akan pulang ke Papua untuk merawat orang sakit," katanya.
Dirinya juga memberikan motivasi kepada adik-adik agar tetap semangat untuk selolah hingga masuk perguruan tinggi.
"Saya merekomendasikan peserta beasiwa yang akan masuk untuk kulia di Universitas Katolik Widya Mandala karena kampusnya bagus," ujarnya.
Baca juga: YPMAK Gelar Monev di Universitas Negeri Malang, Kristianus: Beasiswa Hanya 5 Tahun
Lebih lanjut kata Apeana, biaya YPMAK sangat membantu dan selama kulia tidak ada kendala, begitupun prakrek dilapangan seperti menghafal alat kesehatan sangatlah penting.
Untuk pergaulan dan komunikasi dengan warga nusantara lainnya di area kampus dirinya merasa tidak ada kendala.
"Kominkasi dengan teman-teman asal Jawa banyak dan sudah bergaul dengan semua orang juga tidak merasa minder," katanya.
Sekali lagi dia mengucapkan terimakasih kepada YPMAK dan Freeport tampa mereka dirinya tidak bisa kuliah," jawab Apeana sambil tersenyum. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/24092022-Apeana_Kum.jpg)