Info Pegunungan Bintang
Diberitakan 210 Mahasiwa Pegubin Kesulitan di Salatiga, Ini Respon Pemda!
“Bagaimana seorang akademisi mumpuni ini tidak bisa mengindahkan etika dan bahkan tidak memastikan dengan siapa mestinya beraudensi,” kesal Gerald.
Sambil pembenahan pendidikan di daerah, Pemda Pegubin juga mampu membiayai 50-an siswa di Sekolah Anak Indonesia di Bogor, menyekolahkan 70an siswa di Sekolah Genius milik Profesor Yohanes Surya di Tangerang Jakarta dan 20-an siswa di Bali.
Kemudian, membiayai 210 mahasiswa calon guru dan perawat di UKSW Salatiga Jawa Tengah, 32 orang calon master dan 6 orang kandidat doktor dari dalam dan luar negeri, serta 10 orang calon penerbang dalam dan luar negeri.
Tidak sampai di situ, Pemda Pegubin juga berani memberikan bantuan biaya pendidikan bagi kurang lebih 2.000 mahasiswa Pegunungan Bintang di seluruh Indonesia dan juga di luar negeri.
Dengan hanya me-manage dana minimum Otonomi Khusus (Otsus) yang diperuntukan untuk pendidikan.
Walaupun jumlah dana otsus yang sangat minim, Pemda berani membiayai mahasiswa berdasarkan kriteria dengan tujuan mendapatkan kualitas SDM yang dapat terserap di dunia kerja.
“Jika dilihat secara jeli maka tidak ada Pemda lain di Papua yang berani mengambil kebijakan prestisius seperti di Pegubin ini. Karena itu sebenarnya perlu mendapat apresiasi dari para pihak pemerhati pendidikan Papua dan Indonesia. Tapi ini tidak disyukuri oleh para mahasiswa,” tuturnya.
Pada kesempatan itu, Gerald juga berterima kasih kepada Pemerintah Kota Salatiga yang telah memberikan bantuan kepada para mahasiswa Pegubin sebagai bentuk kepedulian, sambil menunggu pihak Setda Pegubin memproses bantuan di bulan ini. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/13022023-mahasiswa_pegubin_di_uksw.jpg)