Selasa, 7 April 2026

Mata Lokal Memilih

Berlabuh di NasDem, Ini Target Maria Fransisca Tambingon di Pemilu 2024

Dengan semangat yang dimilikinya, Maria optimis bakal meraih suara terbanyak untuk merebut kursi DPR Papua di Pemilu 2024 nanti.

Penulis: Calvin Louis Erari | Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Calvin Erari
Maria Fransisca Tambingon. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Calvin Louis Erari

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Berlabuh di Partai Nasional Demokrat (NasDem), Maria Fransisca Tambingon siap bertarung merebut kursi DPR Provinsi Papua, Jumat (24/2/2023).

Kepada awak media termasuk Tribun-Papua.com, di Sentani, Kabupaten Jayapura, Maria mengatakan, dia memilih terjun ke dunia politik karena tergerak hatinya untuk membangun Papua, terutama dari sektor ekonomi.

"Hal ini sangat penting, maka itu saya tergerak untuk mencalonkan diri sebagai calon legislatif," kata Maria.

Baca juga: Maria Fransisca Tambingon, Darah Papua Pemeran Film Boven Digoel

Kata wanita berdarah Biak Numfor itu, dia mencalonkan diri dari daerah pemilihan (Dapil) 7.

"Saya maju dari Dapil 7, wilayah Biak Numfor dan Supiori untuk DPR Papua," katanya.

Dengan semangat yang dimilikinya, Maria optimis bakal meraih suara terbanyak untuk merebut kursi DPR Papua di Pemilu 2024 nanti.

Sekadar diketahui, Maria Fransisca Tambingon adalah mantan Puteri Indonesia perwakilan Papua 2014 lalu.

Dengan perjuangannya yang panjang, Maria berhasil masuk Top 10 Puteri Indonesia 2014.

Setelah mengikuti ajang bergengsi itu, Maria pun beralih profesi sebagai pengusaha peternak ayam petelur di Jayapura, dan sukses.

Wanita kelahiran 11 Oktober 1995 itu, menceritakan, awal mulanya dia menekuni bisnisnya dari menjual telur ayam ke pedalaman Papua.

Baca juga: Hadiri Peresmian Kantor DPW NasDem Papua Selatan, Roberth Rouw: Jangan Dijadikan Museum!

Selang waktu berjalan, dia melihat bahwa usaha tersebut cukup menjanjikan, sebab menurutnya, usaha tersebut merupakan salah satu bahan pokok yang tidak bisa dihindari dan sangat dibutuhkan.

Dari situlah dia yakin untuk menekuni ternak ayam bertelur, dan berhasil membangun kandang peternakan ayam petelur di Koya Timur dengan jumlah ayam 1.000 ekor, dan Moso sebanyak 2.000 ekor.

Dengan jumlah yang ada, total produksi telur yang dia dapatkan per hari bisa mencapai 85 sampai 90 persen dari jumlah ayam yang ada.

Ditanya soal pemasaran, Maria menuturkan ia menjual ke pedalaman Papua dan Kota Jayapura.

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved