Pilpres 2024
Prabowo atau Ganjar, Publik Bergantung pada Jokowi
Tak ayal, publik bergantung pada Jokowi terkait siapa yang akan didukung saat Pilpres 2024 nanti.
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Dinamika politik jelang Pilpres 2024 memang masih sulit diprediksi.
Suara dukungan publik pun masih terpecah terhadap 3 calon presiden (capres) saat ini.
Ada yang mendukung capres Gerindra, Prabowo Subianto.
Adapula yang mendukung capres PDIP, Ganjar Pranowo, maupun capres NasDem, Anies Baswedan.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga belum menunjukkan dukungan politiknya terhadap capres tertentu.
Tak ayal, publik bergantung pada Jokowi terkait siapa yang akan didukung saat Pilpres 2024 nanti.
Baca juga: PILKADA 2024: Ahok Dijagokan Jadi Gubernur DKI Jakarta, PDIP Ingin Fokus Pilpres 2024
Berdasarkan Hasil survei Litbang Kompas menunjukkan adanya peningkatan ketergantungan publik dalam memilih sosok bakal calon presiden (capres) sesuai preferensi Presiden Joko Widodo.
Preferensi dukungan Jokowi inilah yang menjadi salah satu pertimbangan publik dalam menentukan capres pilihannya di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
Berdasarkan survei Litbang Kompas pada 29 April-10 Mei 2023 memperlihatkan terdapat 16 persen responden yang akan memilih capres sebagaimana yang disarankan Jokowi.
Baca juga: Dukungan Relawan Jokowi Bakal Pecah di Pilpres 2024, PDIP Khawatir?
Dalam survei yang sama, terdapat 31 persen responden yang menyatakan tidak akan memilih dan 53 persen responden yang masih akan mempertimbangkannya.
Di sisi lain, hasil survei ini juga menunjukkan adanya peningkatan ketergantungan publik terhadap sosok capres sesuai yang disarankan Jokowi dibanding hasil survei pada tiga periode sebelumnya.
Pada periode Juni 2022, Oktober 2022, dan Januari 2023, pilihan publik sesuai saran Jokowi mencapai 15 persen.
Sedangkan yang masih mempertimbangkan jumlahnya fluktuatif.
Mulai dari 54 persen pada Januari 2022, 55 persen pada Oktober 2022, dan 55 persen di Januari 2023.
Dikutip dari Kompas.com, Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra Andre Rosiade menyebut keberadaan 16 persen responden yang memilih capres sesuai pilihan Jokowi sebagai hal yang luar biasa.
Baca juga: Ave Lefaan: Sistem Noken Hilangkan Unsur-unsur Pemilu
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/presiden-dan-calon-presiden.jpg)