Info Mimika
18 Pastor di Keuskupan Timika Pimpin Misa Syukur Pasca-Johannes Rettob Dibebaskan
Pastor Paroki Katedral Tiga Raja, Amandus Rahadat Pr mengatakan, hari ini semua umat Katolik di seluruh dunia merayakan minggu misi.
Penulis: Marselinus Labu Lela | Editor: Roy Ratumakin
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Marselinus Labu Lela
TRIBUN-PAPUA.COM, TIMIKA - Sebanyak 18 pastor di wilayah Keuskupan Timika memimpin ibadah atau misa syukur dalam rangka mendoakan bebasnya Johanes Rettob pasca-dibebaskan oleh PN Tipikor Jayapura terkait dugaan korupsi pesawat dan helikopter milik Pemkab Mimika.
Ibadah syukur tersebut dilaksanakan di Gereja Katedral Tiga Raja, Timika, Papua Tengah pada, Minggu (22/10/2023) sekitar pukul 17:00 WIT dihadiri oleh ratusan umat baik di dalam gereja maupun di pelataran gereja.
Baca juga: Kembalinya Johannes Rettob di Mimika Bertepatan dengan Hari Ulang Tahunnya ke-61
Dalam khotbahnya, Pastor Paroki Katedral Tiga Raja, Amandus Rahadat Pr mengatakan, hari ini semua umat Katolik di seluruh dunia merayakan minggu misi.
"Minggu misi ini artinya kita semua diutus untuk mewartakan nilai-nilai injil yakni nilai keadilan, kebenaran dan kejujuran," kata Partor Amandus Rahadat Pr.
Sesuai dengan bacaan injil Matius 22:15-21 hari ini mengatakan, berikan kepada kaisar apa yang menjadi hak kaisar, dan kepada Allah apa yang menjadi hak Allah.
Kutipan injil ini mengingatkan umat Allah agar selalu waspada terhadap gerakan lawan, mencoba memasang jerat untuk menangkap setiap orang dianggap sebagai musuh.
Baca juga: BREAKING NEWS: Johannes Rettob Dikabarkan Tiba di Timika Pasca-divonis Bebas di PN Jayapura
"Hari ini Johannes Rettob dan keluarga menjalani misa syukur setelah mengahadapi cobaan panjang tetapi pada akhirnya jerat yang dipasang terlepas juga. Kita haeus mengucapkan terimakasih kepada Tuhan untuk berkat penyertaanmu,” kata Amandus.
Dikatakan Amandus, sesuai fakta bahwa, jerat dipasang musuh ada di mana-mana bahkan semua orang pernah mengalaminya begitupun provokator.
Fakta lain juga mengatakan, kebenaran bisa diperjual belikan begitupin keadilan bisa menjadi objek dagang.
Dikatakan juga dalam injil bahwa, Yesus masuk dalam kondisi sulit di mana orang farisi mengutus sesorang bertemu Yesus dan mengajukan pertanyaan provokasi, pertanyaan jeratan.
Baca juga: Johannes Rettob dan Silvy Herawaty Divonis Bebas, Ini Kata Kuasa Hukum
Kemudian berkaitan dengan tuduhan kepada Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob, hanya ada satu pesan bahwa, dalam melaksanakan tugas, misi sebagai orang Katolik tidak boleh mencari musuh karena Yesus tidak pernah mencari musuh seperti dalam melaksanakan tugas misioner.
"Kamu tidak cari musuh tapi kalau musuh datang dengan tujuan menjerat anda seperti yang dilakukan orang farisi terhadap Yesus, hadapi dengan bijaksana,” kata Amandus.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/23102023-Johannes_Rettob.jpg)