Doa Katolik
Cara Berdoa Rosario Umat Katolik - Bagian 2
Doa Rosario bersifat injili, berpusat pada Kristus, dan kedua puluh Peristiwa di dalamnya mencerminkan kehidupan Yesus Kristus.
Penulis: Roy Ratumakin | Editor: Roy Ratumakin
Sekali lagi, pilihlah peristiwa yang berbeda sesuai dengan harinya. Pilih salah satu dari alternatif berikut:
Peristiwa Gembira yang ketiga: Yesus dilahirkan di Bethlehem (Lukas 2:1-21)
Peristiwa Terang yang ketiga: Yesus memberitakan Kerajaan Allah dan menyerukan pertobatan (Markus 1:14-15)
Peristiwa Sedih yang ketiga: Yesus dimahkotai duri (Matius 27:27-31)
Peristiwa Mulia yang ketiga: Roh Kudus turun atas Para Rasul (Kisah Para Rasul 2:1-41)
2. Doakan Bapa Kami pada manik besar pertama dekade ini
Usahakan tetap menjaga suasana penuh perenungan, meskipun doa yang sama diucapkan berulang-ulang. Berkonsentrasi pada intensi doa akan sangat membantu. Apakah Anda berdoa untuk seorang teman yang sakit? Untuk memohon kekuatan? Renungkan pula intensi Anda sendiri.
3. Doakan sepuluh Salam Maria berikutnya
Setiap menyelesaikan satu doa, berpindahlah ke manik berikutnya. Anda sudah separuh jalan! Jika Anda tidak memiliki kalung Rosario, jumlah jari Anda kebetulan sekali sama dengan jumlah doa yang harus diucapkan.
4. Akhiri dekade ini dengan doa Kemuliaan
Dan apa selanjutnya? Benar sekali, doa Fatima yang opsional. Paus Pius XII adalah orang yang pertama kali mulai menggunakannya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/11012024-Doa_Rosario.jpg)