Sejarah Papua
HISTORI Benteng Fort Du Bus di Papua
Pada Juli 1828, Jan Jacob Steenboom akhirnya menentukan sebuah lokasi, yang kemudian dinamai Teluk Triton.
Penulis: Roy Ratumakin | Editor: Roy Ratumakin
TRIBUN-PAPUA.COM - Pada awal abad ke-19, wilayah Papua diperintah oleh Belanda dari Maluku. Ketika orang-orang Inggris menunjukkan minat untuk menduduki daerah ini, Gubernur Maluku saat itu, Pieter Merkus, mulai khawatir.
Ia kemudian mendesak pemerintah Belanda agar pihaknya segera membangun pos-pos di pesisir pantai Papua.
Baca juga: SEJARAH: Frans Kaisepo Orang Papua Pertama Kibarkan Merah Putih, Tolak Tawaran Belanda Delegasi KMB
Setelah mendapatkan persetujuan dari kerajaan Belanda, dua kapal yang dipimpin oleh Jan Jacob Steenboom bertolak dari Ambon pada 21 April 1828, guna mencari lokasi yang tepat untuk mendirikan pos pertahanan.
Pada Juli 1828, Jan Jacob Steenboom akhirnya menentukan sebuah lokasi, yang kemudian dinamai Teluk Triton.
Para awak kapal yang dibawa Jan Jacob Steenboom pun mulai mendirikan beberapa bangunan kecil berpagar kayu runcing.
Tanda kekuasaan Belanda di Papua
Pada 24 Agustus 1828, bertepatan dengan ulang tahun Raja Willem I, Belanda mengibarkan benderanya dan secara resmi memproklamasikan bahwa Papua Barat adalah wilayah kekuasaannya.
Sejumlah penduduk pribumi pun menyatakan kesetiaannya dan diangkat oleh Belanda sebagai kepala daerah.
Sementara pos sederhana yang dibangun oleh awak kapal Jan Jacob Steenboom kemudian dinamai Benteng Fort Du Bus.
Nama tersebut diambil dari nama Leonard du Bus de Gisignies, Gubernur Jenderal Hindia Belanda yang berkuasa saat itu.
Baca juga: ABEPURA: Hollandia-Binnen
Dibongkar oleh Belanda
Berbeda dari benteng-benteng Belanda lainnya, Benteng Fort Du Bus tidak berdiri dalam waktu yang lama.
Pada 1835, pemerintah Belanda memerintahkan untuk membongkar benteng dan meninggalkan pemukimannya.
Tribun-Papua.com
Sejarah Papua
Sejarah
TribunEvergreen
Benteng Fort Du Bus
Belanda
Pieter Merkus
Jan Jacob Steenboom
| TOBATI - Matahari Terbit |
|
|---|
| Jejak PKI dalam Agresi Militer di Papua |
|
|---|
| Sejarah Suku Asmat di Papua: Asal Usul, Adat Istiadat hingga Ukiran Kayu |
|
|---|
| Sejarah Peradaban Papua dari Masa ke Masa: Masuknya Misionaris hingga ke Penguasa Berikutnya |
|
|---|
| Isi Memorial Tugu Jepang, 'Lebih dari 6.400 Pasukan Mati' di Kampung Kause Nimboran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/16012024-Benteng_Fort_Du_Bus.jpg)