Info YPMAK
Workshop III YPMAK Hasilkan 6 Standar Operasional Prosedur
Workshop III menghasilkan 6 Standar Operasional Prosedur (SOP) tang ditutup langsung Direktur YPMAK, Vebian Magal.
Penulis: Marselinus Labu Lela | Editor: Paul Manahara Tambunan
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Marselinus Labu Lela
TRIBUN-PAPUA.COM, TIMIKA - Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI) pada, (23-25/1/2024) menggelar workshop III.
Workshop III tersebut membahas tentang perubahan organisasi dan pelaksanaan sistem Program Paket Pemberdayaan dan Kemandirian (P3&K) pada pilot project kampung sehat.
Workshop III menghasilkan 6 Standar Operasional Prosedur (SOP) tang ditutup langsung Direktur YPMAK, Vebian Magal.
Baca juga: Pantau Perkembangan Akademik, YPMAK Monitoring Peserta Beasiswa di Sejumlah Kampus Pulau Jawa
"Kami telah menghasilkan dokumen pendukung. Namun masih ada catatan perbaikan sampai batas waktu 15 Februari 2024 nanti,” ujar Wakil Direktur Grant Making YPMAK, Yohan Wambrauw kepada Tribun-Papua.com.
Kata Yohan, untuk menjalani program tersebut ada 6 SOP harus dijalani YPMAK diantaranya perencanaan, penyusunan, pengumuman, seleksi, pelaksanaan perjanjian kerjasama, pelaksanaan pencarian dana, pelaksanaan monitoring.
Untuk SOP ke enam yaitu penutupan evaluasi, audit, dan penutupan paling terakhir.
"Jadi SOP ini dimulai dari perencanaan sampai evaluasi didukung dengan audit internal, eksternal dan audit program secara keseluruhan termasuk keuangan hingga penutupan," jelasnya.
Ia menjelaskan, SOP dibuat tersebut akan dilaksanakan oleh mitra beserta dengan catatan hasil proses dikaitkan dengan peraturan yayasan.
"Ini jadi perbaikan peraturan yayasan di waktu mendatang,” ujarnya.
Lanjutnya, dengan adanya 6 SOP tersebut maka ada perbedaan untuk pelaksanaan program kampung sehat.
Sebelum ada SOP, memang pelaksanaan program kampung sehat dilaksankan oleh mitra didukung langsung oleh YPMAK dalam pelaksanaannya.
Dengan adanya SOP ini YPMAK sudah berposisi sebagai donatur atau pemberi dana.
Sementara untuk pelaksanaan programnya dilaksanakan oleh mitra.
SOP ini hanya membantu, setiap program harus dilakukan dengan tahapan-tahapan yang lebih terstruktur.
"Kedepan pelaksanaan program kampung sehat secara penuh dilaksanakan oleh mitra. Posisi dari YPMAK sendiri hanya untuk memberikan dana, monitoring dan evaluasi serta melakukan audit,” jelasnya.
Yohan menyebut, untuk target pelaksanaan SOP pada pilot project program kampung sehat akan diselesaikan 15 Februari 2024.
Selanjutnya akan dibawa ke yayasan untuk dilakukan rapat pengurus untuk dipaparkan.
Baca juga: YPMAK Hasilkan 5 Poin Pakta Integritas Anti Korupsi
Setelah itu SOP ini dibawa ke pembina YPMAK untuk meminta persetujuan.
Dengan demikian, pada bulan Maret 2024 nanti sudah dilakukan perencanaan strategi, penjaringan mitra yang akan menjalankan dalam konteks grant making.
“Sementara ini, program kampung sehat sedang dijalankan oleh Persekutuan Pelayanan Kesehatan Kristen di Indonesia (Pelkesi) Wilayah 5 Papua, sampai pada tanggal 31 Mei 2024 nanti."
"Sebelum masa itu habis maka semua mitra akan melakukan penawaran untuk pelaksanaan program kampung sehat dalam konsep grant making,” tuturnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/Foto-bersama-pengurus-da.jpg)