Kamis, 23 April 2026

Pemilu 2024

GANGGUAN INTERNET, Rapat Pleno Pemilu 2024 di Distrik Sentani Barat Ditunda

Rapat pleno rekapitulasi perhitungan suara dari 17 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Sentani Barat, Kabupaten Jayapura ditunda.

Penulis: Putri Nurjannah Kurita | Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Putri Nurjannah Kurita
Suasana perisapan pleno di halaman Kantor Distrik Sentani Barat di Kampung Waibron, Kabupaten Jayapura. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita

TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Rapat pleno rekapitulasi perhitungan suara dari 17 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Sentani Barat, Kabupaten Jayapura ditunda.

Ketua Panitia Pemungutan Distrik Sentani Barat, Viktor Syet mengatakan, penundaan dikarenakan ada beberapa hal teknis, diantaranya penginputan hasil Pemilu pada aplikasi Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) yang belum selesai karena gangguan internet.

Baca juga: Tiga Distrik Mulai Rapat Pleno Rekapitulasi Suara di Kabupaten Jayapura 

"Aplikasi sangat berat atau lambat. Kita di Distrik Sentani Barat rencana mau pleno tingkat distrik, yang pertama kita harus masuk pada aplikasi Sirekap," ungkapnya di halaman kantor distrik di Kampung Waibron, Sabtu (17/2/2024).

Dari beberapa hasil yang telah di input diantaranya hasil Pilpres, DPR RI, dan DPD RI sedangkan untuk DPRD Provinsi dan DPR Kabupaten masih belum bisa dilakukan.

 

 

Hal teknis diatas menyebabkan pleno terpaksa ditunda, itupun sesuai hasil kesepakatan bersama antar Panitia Pemilihan Distrik (PPD), Panwas Distrik, para saksi partai yang hadir.

Sebenarnya secara manual atau offline proses pleno bisa berlangsung, namun ada beberapa hal yang belum lengkap yakni dokumen salinan dari KPU dan juga hasil salinan penghitungan suara dari setiap TPS yang belum lengkap atau terkumpul semuanya.

Hal itupun dibenarkan oleh Ketua Pengawas Distrik (Pandis) Sentani Barat, Hadman Nasendi.

Baca juga: KPPS Dinilai Tidak Siap, Bawaslu Khawatir Rekapitulasi Suara Tidak Sah 

Hadman melalui, sambungan telepon menjelaskan rencana pleno dimulai di pukul 09.00 WIT, alat kerja seperti D1-Pleno tidak ada dan terjadi gangguan pada aplikasi Sirekap.

"Kendala sangat banyak, rencana dimulai jam 09.00 WIT tetapi mundur hingga jam 11. Karena menunggu tamu undangan operator KPU datang untuk menjelaskan cara pakai aplikasi, saat datang kami sudah tutup jam 14.00 WIT," ujarnya.

Rencananya pleno kembali dilakukan pekan depan. Sementara logistik akan dikawal pandis dan kepolisian, juga PPD di aula Distrik Sentani Barat. (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved