Jumat, 22 Mei 2026

Info Wamena

MIRAS Berujung 2 Nyawa Melayang di Wamena, Ini Kata Theo Hesegem

Theo Hesegem mengatakan, kedua korban meninggal karena terjadi perkelahian hingga meregang nyawa.

Tayang:
Penulis: Arni Hisage | Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Istimewa
Pembela HAM di Tanah Papua dan juga Ketua Forum Pemberantasan Miras dan Napza Provinsi Papua Pegunungan Theo Hesegem saat berkunjung ke RSUD Wamena. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Arny Hisage

TRIBUN-PAPUA.COM, WAMENA — Minuman keras berujung dua nyawa manusia melayang. Korban pertama di Misi Pasar Wouma, Desa Ketimavit, Distrik Wouma.

Sedangkan korban kedua di RSUD Wamena Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.

Baca juga: Terpilih Pimpin Forum Pemberantasan Miras dan Napza Ppaua Pegunungan, Ini Rencana Theo Hesegem

Pembela HAM di Tanah Papua dan juga Ketua Forum Pemberantasan Miras dan Napza Provinsi Papua Pegunungan, Theo Hesegem mengatakan, kedua korban meninggal karena terjadi perkelahian hingga meregang nyawa.

“Kejadian tersebut sekitar pukul 07.00 WIT,” kata Theo dalam keterangan tertulisnya yang diterima oleh Tribun-Papua.com, Kamis (13/3/2024) malam.

 

 

Setelah menerima laporan tersebut pihaknya bersama stap Forum Pemberantasan Miras, Narkoba, Ganja dan Adiktif lainnya, datang melihat tempat kejadian perkara di pasar misi Wouma, ternyata korbannya telah di Evakuasi oleh Anggota Polres Jayawijaya ke Rumah Sakit Umum Wamena.

"Sehingga kami melanjutkan perjalanan menuju ke UGD, disana kami melihat ada korban atas nama Sisa Wolom, yang sedang dirawat diruangan tindakan oleh petugas kesehatan," jelasnya.

Baca juga: BERTAMBAH Korban Tewas Kerusuhan Wamena Jadi 10 Orang, Ini Kata Theo Hesegem

Lanjut Theo, setelah itu melanjutkan perjalanan menuju kepada keluarga korban pertama atas nama Oben Wenda, di Maplima Desa Kitimavit Distrik Wouma, disana pihaknya bertemu dengan keluarga korban, kemudian menenangkan massa yang sedang berkumpul di kampung tersebut.

"Lalu saya sampaikan bahwa, saya belum mengetahui kejadian ini seperti apa, sehingga bapak datang cek atas peristiwa ini, keluarga korban minta  dan mengusulkan untuk mengecek pelaku korban pertama, karena kami korban pertama, tetapi setelah diskusi dengan keluarga korban pertama, kami juga berusaha bertemu dengan keluarga korban ke dua lalu tenangkan, agar tidak terjadi tindakan pembalasan," ujarnya.

Teheo Hesegem juga sempat bertanya kepada korban atas mama Sisa Wolom yang sedang berbaring di RSUD Wamena, dan ia mengaku mereka mengkomsumsikan miniuman keras dengan beberapa orang lainnya di Missi.

Baca juga: Theo Hesegem: Ada Dugaan Pelanggaran HAM dalam Penanganan Kericuhan di Sinakma Wamena

Selanjutnya, sekitar pukul 06:26 WIT terjadi pembunuhan pembalasan dari pihak keluarga korban Obe Wenda, (26) melakukan penyerangan terhadap Sisa Wolom yang sedang mejalani perawatan di Rumah Sakit Unum (UGD) Wamena Kabupaten Jayawijaya.

"Akibat dari penyerangan yang dimaksud, Sisa Wolom mengalami beberapa luka tikam bagian tubuh," ungkapnya.

"Ketika saya hadir pagi-pagi di TKP, tak seorangpun pemimpin dari Kabupaten Jayawijaya yang mengambil bagian untuk meredahkan situasi pada hari ini," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved