Komunitas
Komunitas Canvas Tutup Donasi 'Kopi Untuk Buku', Sebanyak 509 Judul Buku Siap Dibagikan
Harapannya bisa memberikan semangat mulai membaca terutama anak-anak di wilayah yang belum tersentuh listrik dan internet
Penulis: Putri Nurjannah Kurita | Editor: M Choiruman
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita
TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Hari terakhir kegiatan donasi bertajuk 'Kopi Untuk Buku', Comunitas Anak Vespa Sentani (Canvas) menyumbang buku cerita, kamus, dan alat tulis di Lokal Kultur Papua Cafe, Sentani, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura.
Baca juga: Yosina Deda: Rumah Baca Patut Jadi Perhatian Pemerintah Kampung
Pendiri sekaligus Humas Canvas, Baim mengatakan, ikut mendukung kegiatan donasi kolaborasi Duta Baca Provinsi Papua dan Polres Jayapura itu karena jarang mendapati kegiatan yang peduli terhadap literasi baca, apalagi kebiasaan membaca buku hampir hilang oleh era teknologi saat ini.
Komunitas yang berdiri sejak 2009 itu, sebelumnya bergerak dibidang sosial dan nasionalisme di wilayah Pemkab Jayapura melalui kegiatan Aksi Merah Putih yang dirangkai dalam berbagai kegiatan menyambut 17 Agustus dan Sentani bebas sampah di 2016.
"Karena itu kami coba untuk ikut (donasi) terlibat di dalamnya, rencanaya besok akan di salurka di daerah Genyem," ujarnya.
Di Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2024, sebagai anak muda ia menilai wacana pendidikan gratis belum dilakukan secara maksimal dan masalah sistem zonasi menjadi kendala dalam memperoleh pendidikan dengan bebas.
Baca juga: Suara Aksi Warga di Kampung Adat Ayapo: Pembangunan Rumah Baca Penting Bagi Literasi Anak dan Lansia
"Sistem zonasi juga mempersulit sistem pendidikan yang ada karena tidak bisa menentukan yang menurut kemamuan dan kemampuan. Sistem zonasi tidak ada dimasa dulu kami sekolah (karena) bisa memilih sesuai dengan keinginan kita," ungkapnya.
Masih kata Baim, melalui Hardiknas 2024 ia berpesan sebagai kepedulian terhadap pendidikan, donasi buku yang diberikan kepada anak-anak di kampung.
Harapannya bisa memberikan semangat mulai membaca terutama anak-anak di wilayah yang belum tersentuh listrik dan internet.
Baca juga: Rumah Baca Yoboi Jadi Satu di Antara Rumah Inap Tamu Kongres Masyarakat Adat Nusantara
Membaca merupakan kebiasaan baik, untuk menambah wawasan ilmu dan bermanfaat bagi daerah, nusa, dan bangsa.
"Membaca sangat baik, karena ketika sudah disuguhi dunia digital keinginan membaca sangat rendah, beda dengan zaman masa kecil saya membaca adalah wajib, karena tidak ada jalan lain, dan dunia digital belum masuk," ujarnya.
Salah satu anggota senior Canvas Dwi Prasetyo menjelaskan telah bergabung di komunitas sejak masih di sekolah menengah atas (SMP).
Ia mengklaim komunitasnya merupakan wadah yang memberi dampak positif bagi dirinya dan bagi anak-anak muda di Papua.
Baca juga: Peringati Harbuknas, Pendiri Rumah Baca Yoboi Ingatkan Orangtua Terkait Pentingnya Baca Buku
Dwi menjelaskan, dengan berdonasi buku merupakan salah satu tujuan dari berdirinya organisasi tersebut, bukan hanya 'main motor' tetapi bagaimana mengemas sesuatu yang baik dan berdampak bagi masyarakat dengan melakukan kolaborasi lintas sektor.
"Kita harus mengubah mindset bahwa anak motor bukan ugal-ugalan tetapi mengajak masyarakat untuk hal positif dan melakukan kolaborasi, baik dari lingkungan pemerintah dan polres," jelasnya.
Jadwal Kapal Pelni Makassar-Jayapura September 2025, Harga Tiket Mulai Rp954 Ribu |
![]() |
---|
KAPP Serahkan 500 Ekor Ayam Untuk Dukung OAP Biak Jadi Tuan di Negerinya |
![]() |
---|
BPKAD Supiori Minta OPD Manfaatkan Dana Transfer Pusat Dengan Baik |
![]() |
---|
Lomba Baca Puisi Digelar di Aikima Jayawijaya, Begini Pesan Kadis Perpustakaan dan Arsip Daerah |
![]() |
---|
DPRK Jayawijaya Evaluasi Disbudpar dan Panitia Festival Budaya Lembah Baliem |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.