Selasa, 21 April 2026

Pilkada Kabupaten Jayapura 2024

Ekonomi Maju 'Ala' JOAN di Debat Publik Cabup-Cawabup Jayapura

Memperbaiki seluruh fasilitas dan infrastruktur untuk irigasi pada kawasan-kawasan pertanian, peternakan dan perkebunan.

istimewa
Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Jayapura Jan Jap Ormuseray dan Asrin Rante Tasak dalam debat publik pertama calon Bupati dan Wakil Bupati Jayapura yang di selenggarakan KPU Kabupaten Jayapura di Sentani, Distrik Sentani 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita

TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Pasangan nomor urut 3 menjanjikan perputaran dan penguatan ekonomi bagi masyarakat di Kabupaten Jayapura dengan menghidupkan pasar di empat wilayah pembangunan.

Demikian disampaikan calon Bupati Jayapura Jan Jap Ormuseray dalam pernyataan penutup (closing statement) debat publik calon Bupati dan Wakil Bupati (Wabub) Jayapura yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jayapura pada Senin (10/11/2024).

Baca juga: Partai NasDem Usung Jan Jaap Ormuseray Maju di Pilkada Jayapura, Sakarudin Bakal Calon Wakil Bupati

Dalam debat itu Jan didampingi pasangannya Asrin Rante Tasak kompak mengenakan kemeja biru bertuliskan JOAN dan angka 3 di bagian kanan baju.

Jan mengemukakan, untuk menggerakkan roda perekonomian di Wilayah Pembangunan I, II, III dan IV perlu di lakukan rehabilitasi pasar yakni Pasar Pharaa, Pasar Lama, Doyo atau Pasar Jokowi, Nimboran, Demta, dan Depapre. 

Memperbaiki seluruh fasilitas dan infrastruktur untuk irigasi pada kawasan-kawasan pertanian, peternakan dan perkebunan.

“Seperti di daerah Besum, Nimbokrang dan seluruh kawasan yang dulunya terkenal sebagai Sentra Ekonomi Kabupaten Jayapura,” ujarnya.

Baca juga: Kemarin, KPU Kabupaten Jayapura Gelar Debat Publik Pertama Pilbup  

Selain itu, penguatan ekonomi rumah tangga, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berbasis potensi lokal dengan mendorong kewirausahaan bagi milenial dengan pelatihan dan penyediaan modal usaha. Termasuk sarana pemasaran.

Adapun, pengembangan ekowisata dan Pengelolaan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK), pengembangan Kakao untuk sektor perkebunan, perikanan, peternakan, kehutanan dan pariwisata.

"Kembalikan lagi kejayaan, di kawasan-kawasan sentral,” tutupnya. (*) 

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved