Senin, 13 April 2026

Hukum & Kriminal

Kasus Cabup Nabire Pukul Warga, Masuk Tahap Penyidikan

Kasat Reskrim Polres Nabire, AKP Bertu Haridyka Eka Anwar di Nabire, Kamis, 28 November 2024, mengatakan pihaknya telah mendapati sejumlah barang bukt

Tribun-Papua.com/Calvin Louis Erari
Kasat Reskrim Polres Nabire, AKP Bertu Haridyka Eka Anwar 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Calvin Louis Erari 

 

TRIBUN-PAPUA.COM, NABIRE - Kasus Calon Bupati (Cabup) Nabire Martinus Adii (MA), yang memukul warga hingga cedera, kini masuk tahap penyidikan oleh Kepolisian Resor (Polres) Nabire di Papua Tengah.

Baca juga: Awalnya Steve Dumbon Khawatir KPU Papua Bawa Tahapan Buruk Pileg ke Pilkada

Kepala Satuan Reskrim Polres Nabire, AKP Bertu Haridyka Eka Anwar di Nabire, Kamis, 28 November 2024, mengatakan pihaknya telah mendapati sejumlah barang bukti lengkap dengan keterangan saksi-saksi.

"Saat ini sudah berada di tahap penyidikan," pungkasnya.

Kasat Bertu Haridyka mengatakan, sesuai kronologis, peristiwa itu terjadi tepat pukul 08.45 WIT. 

Baca juga: Viral Calon Bupati Nabire Pukul Warga Saat Mencoblos, Martinus Adi: Saya Mohon Maaf

Saat itu Martinus Adii menggunakan sepeda motor ke lokasi kejadian, yaitu TPS 005, Jalan Brawijaya, Kelurahan Morgo, Distrik Nabire Kota, Kabupaten Nabire. 

Setelah tiba, yang bersangkutan langsung menyampaikan kata-kata soal undangan pencoblosan. 

"Penyampaian ini, ditujukan kepada korban bernama Yulius Wopairi," kata AKP Bertu kepada Tribun-Papua.com.

Baca juga: Korban Kekerasan Calon Bupati Nabire Terbaring di RS. Ini Tanggapan Tokoh Masyarakat

Alasan penyampaian tersebut dilontarkan, karena yang bersangkutan berasumsi, korban merupakan aparatur sipil negara (ASN) yang tidak netral. 

Kemudian juga berasumsi terkait, semua petugas TPS adalah, bagian dari keluarga korban. 

Akibat hal tersebut, maka terjadi keributan antara Martinus Adii dan Yulius Wopairi. 

Baca juga: BREAKING NEWS: Debat Publik Kedua Pasangan Calon Bupati Nabire Digelar, Ketua KPU Ungkap Hal Ini

"Saat itu, sodara MA langsung melakukan pemukulan terhadap Yulianus Wopairi, sebanyak dua kali di rahang," katanya. 

Karena dipukul, korban Yulianus Wopairi jatuh kedalam parit, namun masih bisa berdiri kembali. 

Tapi MA kembali melakukan pemukulan yang kedua kalinya.

Baca juga: Unik! Pasangan MESRHA Berjalan Kaki ke KPU Nabire untuk Mendaftar

"Akibatnya, korban jatuh dan mengeluarkan darah," ujarnya. 

Setelah kejadian tersebut, MA langsung pergi dari tempat kejadian perkara (TKP).(*) 

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved