ypmak
Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK)

Jayawijaya

Sepuluh Distrik Penghasil Beras di Kabupaten Jayawijaya

Lahan sawah kita tersebar di Distrik Walelagama, Siepkosi, Pisugi, Witawaya, Libarek, Pyramid, Musatfak, Hubikosy dan Hubikiak” katanya.

|
Tribun-Papua.com/Vina Humas Pemkab Jayawijaya
SAWAH DI JAYAWIJAYA: Pamerintah dan masyarakat Kabupaten Jayawijaya saat panen padi di Distrik Hubikiak pada Februari 2025. Masyarakat mengharapkan dukungan jalan penghubung sentra produksi pertanian yang memudahkan mereka dalam pengangkutan atau pendistribusian. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Marius Frisson Yewun

TRIBUN-PAPUA.COM, WAMENA – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan memastikan sepuluh distrik menjadi kawasan penghasil beras sebab masyarakat asli di sana mengembangkan lahan persawahan.

Kepala Dinas Pertanian Jayawijaya Hendri Tetelepta di Hubikiak pekan ini, mengatakan masyarakat memiliki 320 hektare sawah padi yang aktif. 

Baca juga: DPRP Papua Pegunungan Minta Pemerintah Stop Potong Hak ASN Sebab Biaya Hidup Tinggi

“Lahan sawah kita tersebar di Distrik Walelagama, Siepkosi, Pisugi, Witawaya, Libarek, Pyramid, Musatfak, Hubikosy dan Hubikiak, Kurulu,” katanya.

Hendiri Tetelepta mengaku pihaknya belum memiliki data pasti terkait hasil produksi petani sawah dalam setahun.

Baca juga: Jeritan Warga Alama Pasca-Penembakan Pilot Selandia Baru: Sekolah Kosong, Layanan Publik Mati Total!

“Kita belum bisa memastikan dalam setahun menghasilkan berapa, tetapi satu tahun kita panen dua kali,” ujarnya.

Sebelumnya petani sawah padi di Distrik Hubikiak menyampaikan kendala mereka dalam pendistribusian hasil pertanian yaitu akses jalan.

Baca juga: Ketua DPRP Papua Pegunungan, Yos Elopere : Jangan Korbankan Masyarakat Jelang Putusan MK

Walau kelompok tani di sana sudah bisa menghasilkan beras merah dan beras putih, mereka kesulitan mendistribusikan hasil, termasuk untuk pemasaran. 

Kabupaten ini terdiri dari 40 distrik dan sebagian besar distrik sangat potensial untuk pengembangan padi, namun letaknya berada agak jauh dari jalan utama atau jalan raya.

Baca juga: Penyegaran Kepemimpinan: Korem 172/PWY Gelar Sertijab Kasrem dan Kasilog, Soliditas Diutamakan

Padi bukan tanaman khas Jayawijaya sehingga masih ada beberapa pihak yang khwatir jika pemukaan lahan sawah semakin banyak maka berdampak pada tersingkirnya pangan local yaitu ubi jalar dan talas.

Sementara dalam berbagai acara besar, ubi dan talas menjadi teman terbaik yang dimasak bersama daging babi dan sayur-mayur.(*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved