Jumat, 8 Mei 2026

POLDA PAPUA

Polisi Gagalkan Pengiriman 17 Senpi dan 3.573 Amunisi ke KKB Lintas Provinsi

Kami tidak akan memberi ruang bagi pihak-pihak yang mencoba memasok senjata ke kelompok bersenjata. Operasi ini menunjukkan bahwa aparat keamanan beke

Tayang:
Tribun-Papua.com/Taniya Sembiring
PEMASOK SENJATA API : Kapolda Papua Irjen. Pol. Patrige Renwarin berserta jajaran saat menggelar jumpa pers pengungkapan kasus 7 tersangka jaringan penyelundupan senpi dan amunisi antar provinsi Selasa, (11/3/2025). Polisi masih terus mengungkap kejadian tersebut. 

Laporan Wartawan Tribun Papua.com, Taniya Sembiring 

TRIBUN PAPUA.COM, JAYAPURA - Personel Kepolisian dari Satgas Damai Cartenz 2025 berhasil membongkar jaringan pemasok senjata api dan amunisi untuk Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang beroperasi lintas provinsi. 

Dalam operasi gabungan yang melibatkan Polda Papua, Polda Papua Barat, Polda Jawa Timur, dan Polda DIY, aparat mengamankan tujuh tersangka serta menyita 17 pucuk senjata api dan 3.573 butir amunisi.

Baca juga: Bupati Markus Mansnembra Janji Dorong Pemekaran Pulau Numfor

Keberhasilan ini disampaikan langsung oleh Kapolda Papua Irjen. Pol. Patrige Renwarin, S.H., M.Si., didampingi oleh Kaops Damai Cartenz 2025, Brigjen. Pol. Dr. Faizal Ramadhani, Ia menegaskan bahwa operasi ini merupakan bagian dari upaya serius Kepolisian dalam memberantas penyelundupan senjata ke wilayah Papua.

"Kami tidak akan memberi ruang bagi pihak-pihak yang mencoba memasok senjata ke kelompok bersenjata. Operasi ini menunjukkan bahwa aparat keamanan bekerja maksimal untuk menutup jalur distribusi senpi ilegal dan memastikan stabilitas keamanan di Papua," ujar Irjen. Patrige Renwarin, Selasa (11/3) sore.

Baca juga: Warga Bojonegoro Pemasok Amunisi KKB Papua Ditangkap, Polisi Buru Jejak Pabrik Ilegal

Berdasarkan hasil penyelidikan sejak 6 hingga 9 Maret 2025, aparat berhasil menangkap sejumlah pelaku yang terlibat dalam sindikat penyelundupan senjata.

Salah satu pelaku utama yang sudah ditangkap adalah YE alias JAS, yang berperan dalam menyediakan dana dan mengoordinasikan pembelian senjata untuk KKB Puncak Jaya. Selain YE, aparat juga menangkap TW, MH, MK, P, ES, dan AP, yang memiliki peran berbeda dalam jaringan ini, mulai dari pencarian senpi, penyelundupan, hingga pembuatan senjata rakitan.

Baca juga: PSU Pilkada Boven Digoel: Petrus Omba Diganti Roni Omba, Ketua Perindo Papua Selatan Bilang Begini

Barang Bukti yang Diamankan:

1. Senjata Api: 17 pucuk (6 laras panjang, 6 laras pendek, dan 5 rakitan).

2. Amunisi: 3.573 butir berbagai kaliber.

3. Peralatan perakitan: Mesin bubut, gerinda, las listrik, dan kompresor.

4. Bahan peledak: 2 detonator.

5. Komponen senjata: Magasin, popor, laras senjata rakitan, dan berbagai dokumen pendukung lainnya.

Baca juga: Tidak Lama Setelah Dilantik, Bupati Markus dan Wabup Jimmy Langsung Kunjungi Masyarakat Pulau Numfor

6. Uang tunai: Rp 369.600.000 (Tiga ratus enam puluh sembilan juta enam ratus ribu rupiah).

Barang bukti ini ditemukan di berbagai lokasi, termasuk rumah tersangka di Bojonegoro, Sleman, dan Manokwari, serta dalam tabung kompresor yang dimodifikasi untuk mengelabui pemeriksaan di pelabuhan.

Baca juga: Tinjau Progres Normalisasi Sungai Worui, Wabup Yapen Unjuk Skill Operasikan Ekskavator

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved