DPRP Papua Tengah
Lis Tabuni dan Nancy Raweyai Komitmen Dorong Perda Khusus Untuk Mama-Mama Papua
"Saya melihat di Papua Tengah perlu ada Perda yang mengatur tentang hak mama-mama, terutama dalam memasarkan hasil kebun mereka di pasar. Maka, saya b
Penulis: Yulianus Magai | Editor: Marius Frisson Yewun
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Yulianus Magai
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Dua perempuan asal Papua Tengah yang menduduki posisi strategis, yaitu Lis Tabuni, Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Dapil Papua Tengah, dan Nancy Natalia Raweyai, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Papua Tengah (DPRDPT), menunjukkan komitmen kuat untuk mendorong pembentukan Peraturan Daerah (Perda) khusus yang mendukung hak-hak mama-mama Papua di Papua Tengah.
Keduanya telah melakukan pertemuan dengan mama-mama di Papua Tengah. Dalam kesempatan tersebut, Lis Tabuni mengungkapkan pentingnya peraturan daerah yang akan mengatur hak-hak mereka, terutama dalam memasarkan hasil kebun dan jualan mereka di pasar.
Baca juga: Gubernur Papua Tengah Kunjungi Sekolah Milik YPMAK dan Motivasi Pelajar Dengan Pesan Haru
"Kemarin saya sudah bertemu dengan mama-mama di Papua Tengah dan membahas soal ini. Saya berkomitmen untuk mendorong pembentukan Peraturan Daerah (Perda) khusus untuk mama-mama di Papua Tengah," kata Lis Tabuni kepada Tribun-Papua.com melalui telepon seluler, Jumat (28/3/2025).
Lis menyampaikan bahwa keberadaan Perda tersebut sangat diperlukan untuk membantu mama-mama Papua dalam mengoptimalkan hasil kebun mereka dan meningkatkan taraf ekonomi keluarga.
Baca juga: Meki Nawipa Terapkan Aturan Baru Penerimaan Pegawai, Gubernur Papua Tengah: 90 Persen Honorer OAP
"Saya melihat di Papua Tengah perlu ada Perda yang mengatur tentang hak mama-mama, terutama dalam memasarkan hasil kebun mereka di pasar. Maka, saya berkomitmen untuk mendorong itu menjadi peraturan daerah," tambah Lis.
Lis juga berharap agar pemerintah provinsi dan kabupaten dapat bekerja sama dalam mewujudkan peraturan daerah yang memberikan perlindungan dan dukungan terhadap mama-mama asli Papua.
Baca juga: PT Freeport Indonesia Apresiasi Kunjungan Gubernur-Wagub Papua Tengah, Claus: Rumah Besar YPMAK
"Harapan besar saya, semoga pemerintah provinsi dan kabupaten bisa sejalan untuk membuat peraturan daerah yang mengatur tentang hak mama-mama asli Papua di Papua Tengah," pungkasnya.
Sementara itu, Nancy Raweyai turut mendukung penuh upaya tersebut dan berkomitmen untuk terus memperjuangkan hak-hak mama-mama Papua agar mereka mendapatkan perlindungan yang lebih baik.
Baca juga: Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa Ceritakan Pengalaman Dapat Beasiswa YPMAK
Keduanya berharap, pembentukan Perda ini akan menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi perempuan Papua di wilayah tersebut.
"Kami sudah ketemu dengan ketua pasar mama-mama Papua Tengah di Nabire, kami upayakan mendorong peraturan daerah perda, agar hak-hak mama Papua khusus orang asli Papua itu dilindungi," pungkasnya. (*)
Tribun-Papua.com
DPRK Provinsi Papua Tengah
DPD RI Papua Tengah
Lis Tabuni
Nancy Natalia Raweyai
DPRP Papua Tengah
Pedagang mama-mama Papua
Forum Pasar Mama Papua
Perjuangan Mama Papua
Papua Tengah
peraturan daerah (Perda)
| Anggota DPR Papua Tengah Kecam Layanan Delay Sriwijaya Air |
|
|---|
| DPR Provinsi Soroti Bandara di Papua yang Minim Pekerja Asli |
|
|---|
| Para Pendeta Lanjut Geruduk Kantor DPRP Papua Tengah dan Serukan Perda Miras |
|
|---|
| Selalu Picu Masalah Sosial, DPR Segera Buat Perda Larangan Miras di Papua Tengah |
|
|---|
| DPRP Papua Tengah Minta BPK Audit Rp30 Miliar Dana Pembangunan Lapter Hoeya di Mimika |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/2-perem-papua-tengah.jpg)