Minggu, 17 Mei 2026

DPRP Papua Tengah

Lis Tabuni dan Nancy Raweyai Komitmen Dorong Perda Khusus Untuk Mama-Mama Papua

"Saya melihat di Papua Tengah perlu ada Perda yang mengatur tentang hak mama-mama, terutama dalam memasarkan hasil kebun mereka di pasar. Maka, saya b

Tayang:
Tribun-Papua.com/istimewa
PEREMPUAN PAPUA TENGAH: Dua perempuan asal Provinsi Papua Tengah yang menduduki posisi strategis, Lis Tabuni, Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Dapil Papua Tengah, dan Nancy Natalia Raweyai, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Papua Tengah (DPRDPT)  saat bertamu mama-mama Papua di Nabire. Mereka sedang memperjuangkan Perda untuk melindungi hak-hak mama-mama asli Papua. foto Istimewa.  

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Yulianus Magai

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Dua perempuan asal Papua Tengah yang menduduki posisi strategis, yaitu Lis Tabuni, Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Dapil Papua Tengah, dan Nancy Natalia Raweyai, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Papua Tengah (DPRDPT), menunjukkan komitmen kuat untuk mendorong pembentukan Peraturan Daerah (Perda) khusus yang mendukung hak-hak mama-mama Papua di Papua Tengah.

Keduanya telah melakukan pertemuan dengan mama-mama di Papua Tengah. Dalam kesempatan tersebut, Lis Tabuni mengungkapkan pentingnya peraturan daerah yang akan mengatur hak-hak mereka, terutama dalam memasarkan hasil kebun dan jualan mereka di pasar.

Baca juga: Gubernur Papua Tengah Kunjungi Sekolah Milik YPMAK dan Motivasi Pelajar Dengan Pesan Haru

"Kemarin saya sudah bertemu dengan mama-mama di Papua Tengah dan membahas soal ini. Saya berkomitmen untuk mendorong pembentukan Peraturan Daerah (Perda) khusus untuk mama-mama di Papua Tengah," kata Lis Tabuni kepada Tribun-Papua.com melalui telepon seluler, Jumat (28/3/2025).

Lis menyampaikan bahwa keberadaan Perda tersebut sangat diperlukan untuk membantu mama-mama Papua dalam mengoptimalkan hasil kebun mereka dan meningkatkan taraf ekonomi keluarga.

Baca juga: Meki Nawipa Terapkan Aturan Baru Penerimaan Pegawai, Gubernur Papua Tengah: 90 Persen Honorer OAP

"Saya melihat di Papua Tengah perlu ada Perda yang mengatur tentang hak mama-mama, terutama dalam memasarkan hasil kebun mereka di pasar. Maka, saya berkomitmen untuk mendorong itu menjadi peraturan daerah," tambah Lis.

Lis juga berharap agar pemerintah provinsi dan kabupaten dapat bekerja sama dalam mewujudkan peraturan daerah yang memberikan perlindungan dan dukungan terhadap mama-mama asli Papua.

Baca juga: PT Freeport Indonesia Apresiasi Kunjungan Gubernur-Wagub Papua Tengah, Claus: Rumah Besar YPMAK

"Harapan besar saya, semoga pemerintah provinsi dan kabupaten bisa sejalan untuk membuat peraturan daerah yang mengatur tentang hak mama-mama asli Papua di Papua Tengah," pungkasnya.

Sementara itu, Nancy Raweyai turut mendukung penuh upaya tersebut dan berkomitmen untuk terus memperjuangkan hak-hak mama-mama Papua agar mereka mendapatkan perlindungan yang lebih baik. 

Baca juga: Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa Ceritakan Pengalaman Dapat Beasiswa YPMAK 

Keduanya berharap, pembentukan Perda ini akan menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi perempuan Papua di wilayah tersebut.

"Kami sudah ketemu dengan ketua pasar mama-mama Papua Tengah di Nabire, kami upayakan mendorong peraturan daerah perda, agar hak-hak mama Papua khusus orang asli Papua itu dilindungi," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved