DPRP Papua Tengah
DPR Provinsi Soroti Bandara di Papua yang Minim Pekerja Asli
Contohnya sampai hari ini di Bandara Nabire, orang asli Papua yang bekerja sebagai cleaning servis (petugas
Penulis: Calvin Louis Erari | Editor: Marius Frisson Yewun
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Calvin Louis Erari
TRIBUN-PAPUA.COM, NABIRE – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi (DPRP) Papua Tengah soroti sejumlah Bandar Udara (Bandara) di wilayah itu karena minim pekerja asli, walaupun untuk pekerjaan yang sangat mudah dilakukan oleh anak-anak pemilik daerah tersebut.
Baca juga: Siswi Asal Papua Menangkan Kontes Synergy Youth Squad Honda!
Ketua Komisi II, DPRP Papua Tengah, Anies Labene di Nabire pekan kemarin, mengatakan dua bandara yang bisa dilihat minim pekerja orang asli Papua misalnya Bandara Mimika dan Bandara Nabire.
"Ini menjadi tantangan kami, sehingga kami segera membuat regulasi yang diproteksi, tenaga profesional, tenaga orang asli Papua, karena mereka harus diberikan tempat, di atas negerinya sendiri," tandansya.
Baca juga: Gubernur Papua Pegunungan Akhiri Kunjungan di Biak Numfor: Meningkatkan Kesejahteraan
Di tempat yang sama, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua Tengah, Ewonggen Kogoya mengakui situasi bandara yang terkesan tidak berpihak kepada pekerja Papua, walaupun daerah ini memiliki kewenangan Otonomi Khusus (Otsus).
Ia mengatakan pemberdayaan anak-anak asli Papua di tempat-tempat itu tidak perlu langsung pada tanggungjawab besar. Namun selama ini jarang terjadi.
Baca juga: Pemda Biak Siapkan Dapur MBG Untuk Menjangkau Pelajar Kepulauan Terpencil
"Contohnya sampai hari ini di Bandara Nabire, orang asli Papua yang bekerja sebagai cleaning servis (petugas kebersihan) saja tidak ada, dan itu membuat saya sangat sedih,” ujarnya.
Ewonggen Kogoya mengaku mendukung rencana legislator di DPRP Papua Tengah dalam mengupayakan tenaga kerja asli Papua untuk bisa diterima dan bekerja di wilayah kawasan bandara.
Baca juga: Inovasi JEBOL CEPAT DOKU Permudah Masyarakat di Luar Kota Serui
Sebelumnya DPR dan dinas perhubungan provinsi setempat melakukan pertemuan dengan pihak maskapai penerbangan Skywings Aviation Indonesia, sebagai upaya membangkitkan sumber daya manusia (SDM) asli Papua.
Tujuannya agar anak-anak asli Papua yang sudah menyelesaikan sekolah penerbangan, atau yang mempunyai minat dalam dunia penerbangan dan bahkan ingin bekerja di bandara, bisa diperdayakan misalnya pada pelayanan ticketing dan sebagainya.(*)
| Anggota DPR Papua Tengah Kecam Layanan Delay Sriwijaya Air |
|
|---|
| Para Pendeta Lanjut Geruduk Kantor DPRP Papua Tengah dan Serukan Perda Miras |
|
|---|
| Selalu Picu Masalah Sosial, DPR Segera Buat Perda Larangan Miras di Papua Tengah |
|
|---|
| DPRP Papua Tengah Minta BPK Audit Rp30 Miliar Dana Pembangunan Lapter Hoeya di Mimika |
|
|---|
| DPRP Minta Pemerintah Papua Tengah Lindungi Tempat-Tempat Sakral Milik Masyarakat Adat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/ilustrasi-bandara.jpg)