Jumat, 1 Mei 2026

DPRP Papua Pegunungan

Jalan Trans Papua Belum Wujudkan Sembako Murah di Wamena, DPRP Minta Pemerintah Serius

"Sebagian besar sembako seperti minyak goreng, gula, garam, dan beras masih didatangkan dari luar wilayah. Sementara makanan lokal memang ada, tetapi

Tayang:
Tribun-Papua.com/Noel Iman Untung Wenda
PENDISTRIBUSIAN SEMBAKO: Tampak pedagang saat menurunkan barang dagangan berupa 9 bahan pokok yang diangkut dari Jayapura melalui jalan darat ke salah satu ruko yang berada di pusat Kota Wamena, Provinsi Papua Pegunungan Sabtu, (21/06/2025). DPRP Papua Pegunungan minta pemerintah serius bekerja sebab jalan itu sudah dimanfaatkan namun harga barang masih tetap mahal seperti biasanya. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Noel Iman Untung Wenda

TRIBUN-PAPUA.COM,WAMENA - Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi (DPRP) Papua Pegunungan, Terius Yigibalom, meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk mengontrol harga sembako di wilayah tersebut. 

Menurutnya, perbedaan jalur distribusi baik melalui udara maupun darat seharusnya berpengaruh pada harga barang, namun hingga kini tidak ada regulasi tegas yang mengatur hal tersebut.

Baca juga: Polemik Pengangkatan 354 Plt Kepala Kampung di Lanny Jaya Berakhir Damai, DD Sukses Dicairkan

"Sebagian besar sembako seperti minyak goreng, gula, garam, dan beras masih didatangkan dari luar wilayah. Sementara makanan lokal memang ada, tetapi belum cukup memenuhi kebutuhan," ujar Terius saat ditemui di Wamena, Sabtu, (21/06/2025).

Ia menyoroti bahwa angkutan darat yang semakin lancar akibat pembangunan infrastruktur jalan darat Jayapura - Wamena seharusnya menurunkan biaya harga barang.

Baca juga: Heronimus Gelar Kejurda Road Race Bupati Cup Untuk Dongkrak PAD Supiori yang Minim

"Truk-truk sembako kini masuk lewat jalur darat dalam jumlah besar. Seharusnya, harga barang-barang yang masuk lewat darat bisa lebih murah dibandingkan yang diangkut lewat udara," tegasnya.

Mantan Ketua DPRD Kabupaten Lanny Jaya ini juga mendesak agar Dinas Perindag dan dinas teknis lainnya turun langsung untuk memantau arus masuk sembako dan menentukan harga eceran berdasarkan jalur distribusinya.

Baca juga: Wabup Sarmi Panen Ikan Hasil Budi Daya Pemerintah dan Masyarakat di 226 Kolam

"Harus ada pengawasan. Pemerintah perlu menghitung secara jelas berapa banyak barang yang masuk lewat udara dan darat. Jangan sampai ada permainan harga oleh pengusaha atau penimbunan oleh oknum-oknum tertentu," ujarnya.

Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Papua Pegunungan itu, juga menekankan pentingnya intervensi pemerintah dalam mengontrol harga agar tidak sepenuhnya dikendalikan oleh pihak swasta.

Baca juga: Bupati Buka Road Race yang Pertama Kali di Supiori dan Menghadirkan 400 Pembalap di Indonesia

“Pemerintah harus menyesuaikan harga dengan daya beli masyarakat. Jangan sampai rakyat terus dibebani harga tinggi, sementara ada potensi untuk menurunkan harga, terutama jika distribusi dilakukan lewat jalur darat,” pungkasnya, 

Ia juga menekankan pendistribusian barang melalui jalan darat sudah berlaku sejak lama dan banyak kendaraan pengangkut sembako terus melintas setiap hari hal ini yang menduga bisa saja para pedagang bermain harga dengan angkutan yang murah sehingga mesti perlu ada pembuktian oleh pemerintah secara langsung di lapangan.

Baca juga: KONI Yalimo Gelar Raker Persiapkan Cabor Menyambut PON ke XXII di NTT dan NTB

"Perlu ada perhitungan secara rinci terkait sembako yang dibawa kesulitan alur lalu lintas dan juga harga barang yang harus disesuaikan di kota Wamena Provinsi Papua pegunungan agar harga barangnya bisa diturunkan dan tidak sama seperti harga pesawat yang tentu membutuhkan biaya mahal," katanya.(*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved