Pemkab Biak Numfor
Wakil Bupati Biak : Tradisi Snapmor Memperkaya Budaya dan Adat Kita
Tradisi ini memperkaya budaya dan adat kita, serta menjadi ikon pengembangan pariwisata yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan daerah," ung
Penulis: Fiona Sihasale | Editor: Marius Frisson Yewun
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Fiona Sihasale
TRIBUN-PAPUA.COM, BIAK NUMFOR - Wakil Bupati Biak Numfor, Provinsi Papua Jimmy Carter Rumbarar Kapissa menghadiri kegiatan tradisi snapmor yang digelar di Kawasan Jembatan Ruar Ibdi, Distrik Biak Timur, Kabupaten Biak Numfor, Papua
Tradisi snapmor atau “berperang dengan ikan” merupakan kearifan lokal masyarakat Biak yang sarat dengan nilai budaya, religi, serta menjadi ajang wisata yang menarik bagi masyarakat.
Baca juga: Pemkab Biak Sambut Sekolah Rujukan Google Sebagai Upaya Transformasi Pendidikan Lebih Baik
Dalam kesempatannya, wakil bupati menjelaskan bahwa snapmor tidak hanya menjadi simbol kekayaan budaya, tetapi juga wujud kesepakatan sosial masyarakat untuk menjaga alam dan laut melalui praktik sasi atau larangan sementara mengambil hasil laut demi menjaga ekosistem.
"Tradisi ini memperkaya budaya dan adat kita, serta menjadi ikon pengembangan pariwisata yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan daerah," ungkap wakil bupati, Jumat (27/6/2025)
Baca juga: Warga Jateng di Biak Papua Perkuat Kebersamaan Pada Peringatan 1 Muharram 1447 H
Jimmy menyebut pelaksanaan snapmor kali ini menjadi momen penyambutan menjelang Festival Biak Munara Wampasi (BMW) yang akan digelar pada 1 hingga 4 Juli 2025 mendatang.
Sementara itu, Wakil Ketua Panitia, Laus Rumayom menjelaskan bahwa kegiatan ini juga menjadi bagian dari penggalangan dana pembangunan Gereja GKI Ebenhaezer, dengan nilai pembangunan mencapai Rp14 miliar.
Baca juga: Disdikbud Biak Numfor Siapkan 3 Kandidat Sekolah Rujukan Google
"Tahap pertama berupa fondasi dan tiang hampir rampung. Dana dikumpulkan dari berbagai upaya, termasuk penjualan hasil kebun, kapur, dan dukungan warga jemaat,” jelasnya.
Dalam pantauan media, pengunjung terlihat antusias berdatangan sejak pagi untuk mengikuti snapmor. Mereka membeli karcis masuk dan membawa kalawai (tombak tradisional). Saat air mulai meti (surut), para pengunjung langsung turun ke laut dan menombak ikan bersama-sama di sepanjang lokasi kegiatan.
Baca juga: Dispar Biak Numfor Tingkatkan Pemahaman 50 OAP Pemandu Wisata
Snapmor disambut antusias masyarakat. Kegiatan ini bukan hanya menjadi ajang mencari ikan, tetapi juga wisata budaya yang mempererat kekerabatan, membangun solidaritas antar masyarakat Biak maupun masyarakat dari wilayah lain yang turut hadir menyaksikan tradisi adat tersebut.(*)
| Gunadi Nahkodai Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Biak, Ini Tugas Terdekat |
|
|---|
| Program MBG di Biak Papua Terhenti, Sembilan SPPG Tak Memenuhi Standar |
|
|---|
| 150 Aparat Gabungan Amankan Proses Pelantikan Kepala Kampung di Biak Numfor |
|
|---|
| Bupati Markus Minta ASN Biak Buktikan Kerja Profesional Melalui Audit BPK |
|
|---|
| Narasi Baru Pariwisata Biak Numfor dari Balik Jendela Wings Air |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/mgkgigkhjtudjdhf.jpg)