Rasisme
Pernyataan Rasis Bernada“Manusia Purba”, Anastasya Didesak Klarifikasi
Ini bukan lagi kritik terhadap Susan sebagai ketua, tetapi bentuk penghinaan yang sangat rasis. Kata Meganthropus
Penulis: Yulianus Magai | Editor: Marius Frisson Yewun
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Yulianus Magai
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Sebuah media sosial milik seorang wanita Nusa Tenggara Timur (NTT), Anastasya Rosalinda, memicu kemarahan publik Papua.
Dalam komentarnya, Anastasya menyebut Ketua Presidium Pengurus Pusat PMKRI, Susana F. Kandaimu, sebagai "modelan Meganthropus", sebuah istilah yang merujuk pada fosil manusia purba.
Baca juga: Kabid DPMK Lanny Jaya Tewas Ditikam, Jenazah Punika Wenda Ditemukan di Kali Balim Wamena
Pernyataan tersebut dinilai tidak hanya menghina susana secara pribadi, tetapi juga bernada rasis terhadap seluruh masyarakat Papua.
Wakil Sekretaris Pemuda Katolik Komda Provinsi Papua Barat Daya periode 2023 - 2026, Nicodemus Momo, S.IP., menilai komentar Anastasya sangat merendahkan martabat orang Papua.
Baca juga: Tim SAR Gabungan Temukan Punika Wenda Tenggelam di Kali Uwe Jayawijaya
"Ini bukan lagi kritik terhadap Susan sebagai ketua, tetapi bentuk penghinaan yang sangat rasis. Kata Meganthropus itu tidak hanya diarahkan ke Susan, tetapi menyasar identitas seluruh orang Papua, seolah kami adalah manusia purba," tegas Nicodemus.
Ia menyayangkan bahwa komentar seperti ini kembali muncul, menyusul berbagai pernyataan rasis di masa lalu yang menyamakan orang Papua dengan hewan, dan kini, dengan fosil manusia purba.
Baca juga: Bupati Yunus Wonda Mulai Cuti Agar Ikut Kampanyekan Calon Gubernur Papua
"Kalau saja Ketua Umum PMKRI bukan orang Papua, mungkin kata Meganthropus itu tidak pernah dikeluarkan. Artinya secara tidak langsung, Anastasya menganggap orang Papua sebagai manusia purba yang masih hidup di zaman modern,” ujarnya.
Ia mengatakan penghinaan seperti ini tidak boleh terus terjadi, maka harus di beri tegasan.
Baca juga: Peringatan Keras Bupati Jayapura Untuk Kepala Kampung yang Coba-Coba Jual Beras Bantuan
"Penghinaan dan rasisme semacam ini tak boleh terus terjadi dan harus ada tindakan tegas agar tidak terulang kembali," tegasnya.
Berikut adalah desakan Nicodemus mendesak sebagai hal penting
1.Anastasya Rosalinda segera memberikan klarifikasi dan meminta maaf secara terbuka atas pernyataan rasis tersebut, karena telah melukai perasaan masyarakat Papua secara umum.
Baca juga: Bulog Salurkan 175 Ton Beras Tahap Pertama Untuk Kabupaten Jayapura
2. Pihak kepolisian wilayah Provinsi NTT segera menangkap dan memproses hukum Anastasya Rosalinda sesuai dengan undang-undang yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia.(*)
Tribun-Papua.com
Papua
Papua Barat
Mahasiswa Papua
Front Rakyat Papua melawan rasisme (RPMR)
stop rasisme
Rasisme
Kasus Rasisme
Anastasya Rosalinda
| Orang Tua Pelajar Rasis di Mimika dan Korban Sepakat Berdamai |
|
|---|
| Mahasiswa Serukan Pemkab Mimika dan DPR Buat Perda Larangan Rasisme Monyet |
|
|---|
| Pemerintah Distrik Wania di Mimika Imbau Sekolah Cegah Perundung Rasisme |
|
|---|
| Disdik Mimika Berikan Sanksi Terkait Kasus Rasisme di SMP Kalam Kudus |
|
|---|
| Warga Protes Praktik Rasis Berulang di SMP Kalam Kudus Mimika |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/mdskasdadkasdsadsa.jpg)