Sabtu, 18 April 2026

Rasisme

Orang Tua Pelajar Rasis di Mimika dan Korban Sepakat Berdamai

Proses mediasi dihadiri oleh Dinas PendidikanPendidikan Kabupaten Mimika, kedua pihak keluarga korban maupun

Tribun-Papua.com/Feronike Rumere
MEDIASI MASALAH RASIS - Proses mediasi kasus bullying pihak sekolah dan perwakilan keluarga korban berjalan damai, Jumat (17/10/2025). Dua pelajar yang terlibat memutuskan untuk pindah dari sekolah itu. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Feronike Rumere 

TRIBUN-PAPUA.COM, MIMIKA - Aksi protes yang dilakukan puluhan orangtua murid beberapa waktu lalu terkait bullying dan rasisme yang terjadi di Sekolah Kristen Kalam Kudus Timika, kini berakhir dengan kesepakatan damai melalui proses mediasi beberapa pihak. 

Proses mediasi dihadiri oleh Dinas PendidikanPendidikan Kabupaten Mimika, kedua pihak keluarga korban maupun pelaku. Sepakat berdamai dan menandatangani kesepakatan bersama. 

Baca juga: Disdikbud Sarmi Tutup Sekolah Rakyat Menengah Atas dan Kembalikan Semua Siswa

Proses mediasi melibatkan pihak gereja dan Dinas Pemberdayaan dan Perlindungan Anak Kabupaten Mimika

Direktur dan Ketua Yayasan Kalam Kudus Indonesia Cabang Timika, Pdt. Nining Lebang menyampaikan permohonan maaf kepada anak yang menjadi korban serta pihak keluarga.

Baca juga: Gempa di Sarmi Menghancurkan Gereja Hingga Kantor Pemerintah dan Rumah Warga

“Kami memohon maaf kepada teman korban, keluarga Bapak Enius Murib dan Ibu Sincere Lokbere atas perlakuan yang tidak pantas dan bullying yang dialami oleh anak-anak terkasih," ungkapnya di Kabupaten Mimika, Jumat (17/10/2025). 

Ia memastikan peristiwa itu memberikan tanda bahwa perlu ada perbaikan dalam pelayanan pendidikan di sekolah tersebut.

Baca juga: 14 Anggota KKB Tewas Ditembak TNI di Intan Jaya, Aparat Keamanan Rebut Markas dan Sita Barang Bukti

"Kami berterima kasih juga kepada pihak pemerintah Kabupaten Mimika Melalui Dinas Pemberdayaan dan juga secara khusus kepada Bapak Mediator Pdt Jek Meritibor yang sudah memediasi semua ini,” katanya. 

Sementara itu selaku orangtua pelaku Ibu Ani meminta permohonan maaf kepada keluarga korban bully. 

Baca juga: Pemkab Mimika Bahas Ketersediaan dan Pencegahan Pupuk Palsu di Petani

"Saya selaku orang tua dan keluarga besar kami meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga korban dan masyarakat yang terjadi beberapa waktu lalu. Kami belajar dari kejadian ini dan berharap kedepan bisa mendampingi anak-anak kami lebih tegas dan perhatian bagi anak-anak kami," ungkapnya. 

Perwakilan keluarga korban Edi Santoso, mengungkapkan apraeisasi terhadap proses mediasi yang berjalan dengan baik. 

Baca juga: Seruan Kemanusiaan di Lanny Jaya, Theo Hesegem Minta Semua Pihak Hentikan Pertumpahan Darah

"Kami berterimakasih kepada semua pihak yang telah melakukan mediasi ini, harapan kami kedepan pemerintah tetap mendampingi anak-anak kami. Karena dampak psikologi dari peristiwa ini perlu diperhatikan. Kami juga berharap dunia pendidikan di Mimika bisa terus dievaluasi agar kejadian serupa tidak terulang,"harapnya. 

Senada dengan itu, Mewakili Kepala Dinas Pendidikan di Kabupaten Mimika Manto Ginting  mengatakan, pendidikan merupakan layanan dasar untuk semua warga negara Republik Indonesia termasuk masyarakat yang ada di Mimika. 

Baca juga: Dampingi Bahlil Membuka Musda Golkar, Mathius Fakhiri Ajak Kader Jaga Persaudaraan Membangun Papua

“Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak yayasan, agar kejadian seperti ini tidak terulang dan orangtua perlu kerjasama untuk membentuk karakter anak,"ujarnya. 

Hermalina W. Imbiri, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan anak Kabupaten Mimika mengharapkan pihak yayasan mengkaji apa saja yang perlu dibenahi dalam proses pendidikan sehingga kejadian serupa tidak terulang.

Baca juga: RSUD Yowari Tingkatkan Layanan Nakes Lewat Workshop Etika Disiplin dan Komunikasi Keperawatan

"Dan kami berharap kejadian ini tidak akan terulang di sekolah-sekolah yang lain," harapnya. 

Pihak keluarga dan pelaku sama-sama memutuskan untuk memindahkan anak-anak mereka dari sekolah tersebut. Hal yang sama juga terjadi pada guru wali kelas yang terlibat juga telah dipindahkan.(*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved