Jumat, 17 April 2026

YPMAK

79 Peserta Beasiswa YPMAK Lulus SMA di Semarang

Manager Program Yayasan Binterbusih, Robert Manaku mengatakan, kelulusan tingkat SMA pada 2025 ini

Tribun-Papua.com/YPMAK
BEASISWA YPMAK- 79 pelajar  peserta beasiswa Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI) lulus sekolah jenjang pendidikan SMA di kota studi Semarang, Provinsi Jawa Tengah, Foto/Humas YPMAK. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Marselinus Labu Lela

TRIBUN-PAPUA.COM, TIMIKA - Tahun ajaran 2025, sebanyak 79 pelajar peserta penerima beasiswa Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK), pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI) lulus sekolah jenjang pendidikan SMA di kota studi Semarang, Provinsi Jawa Tengah. 

79 anak ini, dibina Yayasan Binterbusih, sebagai mitra pengelola program beasiswa YPMAK.

Baca juga: PTFI Operasikan Helikopter Untuk Angkut Sampah Pendaki Puncak Cartenz

Manager Program Yayasan Binterbusih, Robert Manaku mengatakan, kelulusan tingkat SMA pada 2025 ini, meningkat dibandingkan 2024 lalu, sebanyak 30 anak.

" Awalnya peserta yang dikirim ke Yayasan Binterbusih sebanyak 84 anak, yang bertahan hingga lulus sebanyak 79 orang," katanya. 

Baca juga: 8 Tips Dari Telkomsel Untuk Hadapi Penipuan Digital Berkedok Layanan Resmi

Robert menjelaskan, penerimaan peserta beasiswa baru jenjang SLTA tahun 2025 ini di Semarang, disesuaikan dengan jumlah kelulusan yaitu 79 anak saja. Mereka penerima beasiswa lanjutan, karena sebelumnya telah bersekolah di SMP Sekolah Asrama Taruna Papua, SP IV, Timika.

"79 anak yang baru lulus SMA ini, akan melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi negeri maupun swasta di Pulau Jawa, seperti Universitas Negeri Semarang, Universita Negeri Diponegoro, Universitas Negeri Malang, serta berbagai perguruan tinggi negeri lain-nya di Indonesia," jelas Robert.

Baca juga: Distrik Airu di Kabupaten Jayapura Minim Perhatian, Warga Minta 60 Rumah

Ia menambahkan, selama menempuh pendidikan di Semarang dan dibina melalui Yayasan Bintebusih, anak-anak ini diajarkan pengembangan karakter, komitmen, kompetensi akademik, bahkan mulai  kelas 10, telah diberikan matrikulasi matematika, bahasa indonesia, bahasa inggris, termasuk ilmu komputer guna meningkatkan keterampilan mereka.

“Termasuk keterampilan hidup, kita ajarkan mereka, bagaimana mengatur waktu secara baik dan efisien,”ujarnya.

Baca juga: Garda Kesehatan Merauke Dibekali, Kader Multitalenta Siap Hadapi Malaria, HIV/AIDS, dan TB

Yang tat kalah penting adalah adaptasi, ini penting anak-anak bisa survive menjalani kehidupan di kota besar, menyesuaikan diri dan tidak minder.

"Awal kedatangan anak-anak ini, kami berikan teknik beradaptasi dan orientasi, mengenalkan budaya dan cara komunikasi di sini, meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani, olahraga dan pembinaan mental serta iman," katanya. (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved