Perang Suku di Papua
Wagub Minta Bupati Lanny dan Bupati Jayawijaya Selesaikan Perang Antarwarga
Saya mengimbau kepada semua masyarakat elemen dan tokoh tokoh harus hentikan, (Perang)" katanya
Penulis: Noel Iman Untung Wenda | Editor: Marius Frisson Yewun
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com,Noel Iman Untung Wenda
TRIBUN-PAPUA.COM,WEMENA - Wakil Gubernur (Wagub) Papua Pegunungan Ones Pahabol mengimbau pemerintah Kabupaten Lanny Jaya dan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya menyelesaikan perang antarwarga yang berlangsung di Jayawijaya.
"Saya mengimbau kepada semua masyarakat elemen dan tokoh tokoh harus hentikan, (Perang)" katanya di Kantor Gubernur, Senin, (28/07/2025).
Baca juga: Wabup Biak Lepas 147 Siswa SMKS YPK 2 Untuk Prakerin Enam Bulan
Wakil Guburnur meminta persoalan itu segera dihentikan agar tidak berlanjut ke daerah lain.
"Pemerintah khususnya bupati Lanny Jaya dan bupati Jayawijaya harus hentikan, (Perang) bukan menyelesaikan masalah dengan uang, (pemerintah)," katanya.
Baca juga: Serapan Dana Otsus Tahap Pertama di Biak Capai 73 Persen
Jika menyelesaikan dengan uang kata wakil gubernur, hanya akan memberika peluang kepada masyarakat untuk seenaknya berperang dan meminta bayaran dari pemerintah daerah.
"Itu (Perang) iblis tambah semangat lagi dia (Iblis) tambah lagi sampaikan itu perang kamu lakukan dana sudah ada di sana itu, maka ini harus selesaikan dengan hati," katanya.
Baca juga: Papua Selatan Dukung Kehadiran Universitas Muhammadiyah di Merauke
Mantan Bupati Yahukimo dua periode itu juga menyimpulkan bahwa jika orang masih berperang sampai saat ini berarti mereka belum memiliki Tuhan, karena menurutnya, sejak injil masuk, perang suku telah dihentikan.
Ia juga menegaskan penting adanya peran serta gereja untuk memberikan penyedaran kepada jemaat agar tidak melakukan tindakan tersebut, sebab merugikan keluarga dan masyarakat dari kedua bela pihak.
Baca juga: MBG Tanah Papua Berisiko Tak Berguna Tanpa Sanitasi yang baik
"Ini tanda kalau kita belum memiliki Tuhan, maka gereja harus mengambil peran, dengan mereka yang berkonflik, hidup harus dibawa kepada Tuhan dan mereka harus takut Tuhan, dan berhenti hal-hal ini, karena mereka selalu berani dan tangan ringan untuk menumpahkan darah orang lain," katanya.
Tak hanya itu, Ones juga mengatakan perang akan merusak tanah Papua Pegunungan yang telah dibayar mahal dengan Injil.
Baca juga: Pemerintah Terus Tekan Praktik Kekerasan Terhadap Anak di Sarmi
"Yang berikut itu merusak tanah yang sudah diberkati oleh Tuhan tidak boleh lagi ada perang maka kami imbau baik gubernur dan wakil gubernur mengimbau agar semua tokoh masyarakat adat dan pemerintah agar, jangan ada perang lagi, apa lagi di sini perang antara kabupaten dan bertempat di Ibu Kota Papua Pegunungan, jangan menyebar lagi ke daerah lain dan harus di selesaikan dengan hukum Positif dan hukum Tuhan," jelasnya.
Sebelumnya pristiwa tragis terjadi di Wamena menimpa Kepala Bidang DPMK Kabupaten Lanny Jaya, Punika Wenda, SE, saat korban bersama sopirnya, Nuryadi, dan seorang staf DPMK melakukan perjalanan menuju Jembatan Muara di Kali Balim, Kabupaten Jayawijaya.
Baca juga: Tekan HIV/AIDS di Papua Tengah, KPA Bakal Awasi Ketat Tempat Hiburan Malam
Sekitar pukul 15.30 WIT, secara tiba-tiba seorang pria tak dikenal mendatangi mereka, menantang, dan meminta uang secara paksa. Insiden berujung tragis ketika pelaku memukuli sopir hingga sang sopir melarikan diri ke Polres Jayawijaya untuk meminta bantuan. Sementara itu, korban Punika Wenda diduga ditikam pelaku dan dibuang ke sungai. Jenazahnya berada di air selama lima hari sebelum berhasil ditemukan.
Baca juga: BESOK Layanan Maskapai Sriwijaya Air Buka Rute Jakarta-Wamena
Usai dievakuasi, jenazah almarhum telah dibawa ke rumah duka di Golomo, Kabupaten Jayawijaya, untuk dimakamkan.
Pihak kepolisian kini tengah mendalami kasus ini untuk mengungkap identitas pelaku serta motif kejahatan dan telah mengamankan 4 orang pelaku yang sementara ada di Polres Jayawijaya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/04022023-ones_pahabol.jpg)