Kamis, 4 Juni 2026

YPMAK

Program Kampung Sehat YPMAK Masuk Tahun Kedua Sasar 19 Desa

Kick off ini dihadiri oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika, YPMAK, serta tiga mitra pelaksana program Kampung Sehat, yakni

Tayang: | Diperbarui:
Tribun-Papua.com
PEMBANGUNAN MIMIKA – YPMAK menggelar kegiatan Kick Off tahun kedua Program Kampung Sehat yang berlangsung 26–27 Januari 2026 di Mimika, (Selasa, 27/1/2026). Sebanyak 19 kampung menjadi wilayah intervensi program ini. 
Ringkasan Berita:
  • Kegiatan: YPMAK menggelar Kick Off tahun kedua Program Kampung Sehat di Timika (26–27 Januari 2026) untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat tujuh suku.
  • Wilayah Intervensi: Program ini menyasar 19 kampung yang tersebar di wilayah pesisir dan dataran tinggi, mulai dari Distrik Jita hingga Tembagapura.
  • Fokus Utama: Tahun kedua ini menitikberatkan pada sinkronisasi data pelayanan kesehatan antara mitra pelaksana, puskesmas, dan Dinas Kesehatan Mimika.

 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Feronike Rumere

TRIBUN-PAPUA.COM, MIMIKA – Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amugme Kamoro (YPMAK) selaku pengelola dana kemitraan dana PT Freeport Indonesia (PTFI) menggelar kegiatan Kick Off tahun kedua untuk Program Kampung Sehat yang berlangsung 26 – 27 Januari 2026.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Swiss-Belinn Timika, Jalan Cenderawasih, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah.

Kick off ini dihadiri oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika, YPMAK, serta tiga mitra pelaksana program Kampung Sehat, yakni Yayasan Care Peduli, Yayasan Rumsram, dan Yayasan Ekologi Papua.

Baca juga: Program MBG Jangkau Ribuan Pelajar di Kabupaten Biak Numfor Papua

Konsultan Program Kesehatan Masyarakat YPMAK, dr Anrian Pah memastikan kegiatan kick off tahun kedua ini bertujuan untuk melihat sejauh mana kolaborasi dan peningkatan yang telah dilakukan, tidak hanya dari sisi aktivitas, tetapi juga dari sisi data dan dampak di tingkat masyarakat.

"Kami membahas apa saja yang telah dilakukan Program Kampung Sehat, termasuk apakah data-data sudah masuk untuk proses sinkronisasi, ada perubahan atau tidak, baik dari data Kampung Sehat maupun data dari puskesmas terkait berbagai pelayanan kesehatan di lapangan,"ujar dr Anrian, di Kabupaten Mimika, Selasa, (27/1/2026.

Sejak kick off tahun pertama, YPMAK menekankan agar seluruh kegiatan Program Kampung Sehat dapat berkontribusi langsung terhadap pencapaian target pemerintah, khususnya dinas kesehatan.

Baca juga: Pemkab Biak Numjfor Raih Peringkat Terbaik Pelaporan Keuangan Tahun 2025

Tujuan utama program ini adalah mendukung pemerintah, khususnya dinas kesehatan, dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, terutama tujuh suku yang berada di wilayah kampung rural, pesisir dan dataran tinggi kabupaten itu.

Menurut dr Anrian, pada tahun kedua pelaksanaan program sudah terlihat adanya kemajuan, khususnya dalam aspek pemberdayaan masyarakat.

"Pendayagunaan sudah lebih baik dibandingkan sebelumnya. Namun pertemuan kali ini menjadi momentum untuk mengecek progres setiap tahun dan meningkatkan sinkronisasi," katanya.

Ia menambahkan bahwa sinkronisasi yang dimaksud tidak hanya pada tahap pelaksanaan, tetapi juga mencakup pembagian tugas tenaga kesehatan, pelayanan logistik, hingga pencatatan dan pelaporan data.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Papua Besok, Rabu 28 Januari 2026: Mamberamo Raya Hujan Ringan di Pagi dan Siang

"Kita tidak hanya membagi tugas, tetapi juga harus mengecek secara periodik apakah data-data tersebut sudah masuk, baik di tingkat puskesmas maupun Dinkes. Hari ini kita mengonfirmasi sinkronisasi data, kegiatan dan pembagian tugas di kampung-kampung," ujarnya.

Sementara itu, Project Manager Yayasan Care Peduli, Tengku Rodan, mengatakan bahwa kegiatan kick off ini difokuskan pada upaya kolaborasi Program Kampung Sehat dengan Dinkes dan puskesmas.

"Kegiatan ini membahas bagaimana kolaborasi bisa berjalan, terutama terkait data, pelaporan, rujukan, serta berbagai tantangan dan hambatan yang sering dihadapi di lapangan,"katanya.

Ia berharap sinkronisasi data antara Kampung Sehat, puskesmas, dan Dinas Kesehatan dapat berjalan dengan baik, baik untuk pelayanan kesehatan primer maupun penanganan penyakit lainnya.

Baca juga: Aksi Niko Rayki Selamatkan Penumpang Smart Air di Nabire: Kirain Ambil Air, Ternyata Pesawat Jatuh

"Kendala yang masih terlihat adalah pada aspek pelaporan data. Perlu sinkronisasi internal di dalam Program Kampung Sehat itu sendiri, serta penyesuaian dengan sistem pelaporan yang ada di Dinkes," pungkasnya.

Program ini telah dijalankan di 19 kampung yang tersebar di lima distrik. Distrik Jita, Mimika Barat Jauh, Mimika Tengah, Mimika Timur Jauh, Agimuga dan Tembagapura.

Kemudian 19 kampung yang menjadi wilayah intervensi program kampung sehat diantaranya, Sumapro, Waituku, Bulumen, Aindua, Ararau, Keakwa, Aikawapuka, Mioko, Aparuka, Kapiraya, Amungun, Emkomahalama, Ohotya, Opitawak, Miniponogama, Jongkogama, Dolingogin, Beloilawak dan Jagamin.

Ada tiga strategi yang akan dilakukan terkait program kampung sehat: 

Pertama, advokasi, kemitraan dan penguatan layanan dasar dan rujukan.

Kedua, penguatan kapasitas sumber daya kesehatan. 

Ketiga, partisipasi masyarakat untuk berperan aktif dalam penyelamatan kesehatan ibu dan anak, perbaikan perawatan PTM, TBC, Malaria, HIV AIDS dan penyakit menular lainnya serta hegieyni dan sanitasi lingkungan.(*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved