Nabire
TNI dan Pemkab Nabire Bersihkan 6 Ton Sampah di Terminal Oyehe
Mama-mama peduli Nabire bersih, Dinas Perhubungan Nabire, Lapas Klas II B Nabire, Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga
Penulis: Calvin Louis Erari | Editor: Marius Frisson Yewun
Kolaborasi ini dinilai memberikan energi baru bagi upaya pelestarian dan kebersihan lingkungan di Nabire.
Baca juga: Jadwal Kapal Pelni Manokwari-Biak Februari 2026, Ada KM Sinabung dan KM Dobonsolo
"Kami berterima kasih kepada Pak Dandim yang sudah menginisiasi kegiatan ini. Ini menandakan bahwa DLH mempunyai sahabat baru yang sangat peduli dengan lingkungan," kata Arfan.
Dalam aksi kali ini, volume sampah yang berhasil diangkut dari area diperkirakan mencapai 4 hingga 6 ton.
Sebagai bentuk konsistensi untuk memberikan perhatian terhadap fasilitas publik tersebut, DLH Nabire berencana menjadwalkan kegiatan serupa dua kali dalam sebulan dengan melibatkan berbagai pihak.
Selain itu dia pun memberikan catatan khusus bagi pengelola pasar.
"Kami berharap OPD yang mengelola pasar ini bisa langsung memfungsikan area pasar agar tidak menjadi sarang orang-orang tidak bertanggung jawab," tandasnya.
Baca juga: Targetkan 1 Juta Pemeriksaan, Kasus Postif Malaria di Kabupaten Jayapura Terus Melonjak
Aksi nyata TNI, Polri, pemerintah dan mama-mama itu mendapat apresiasi dari Ketua Pemuda Terminal Oyehe, Apenayo Dogopia.
"Terima kasih kepada Bapak Dandim, DLH, Polres Nabire, serta semua pihak yang berinisiatif menggelar aksi ini," ujar Apenayo.
Apenayo berharap, dampak dari kegiatan ini dapat dirasakan langsung oleh para pedagang, sehingga kedepan ada muncul kesadaran mandiri untuk tidak membuang sampah sembarangan di area pasar.
Kabupaten Nabire adalah salah satu kabupaten sekaligus juga menjadi ibu kota Provinsi Papua Tengah. Ibu kota kabupaten ini terletak di Distrik Nabire. Kabupaten ini berbatasan langsung dengan Provinsi Papua Barat di sebelah barat yaitu Kabupaten Teluk Wondama dan Kaimana.
Jumlah penduduk Kabupaten Nabire pada akhir tahun 2024 berjumlah 179.174 jiwa.
Kabupaten Nabire adalah induk dari semua kabupaten di Papua Tengah, kecuali Kabupaten Mimika yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Fakfak. Awalnya Kabupaten Nabire bernama Kabupaten Paniai dengan ibu kota di Kelurahan Enarotali, yang terletak di wilayah Distrik Pantai Timur.
Baca juga: Mahasiswa Papua Dukung Polri di Bawah Presiden
Di tahun 1966, ibu kota Kabupaten Paniai dipindah ke Distrik Nabire karena lebih strategis di wilayah pantai dibandingkan dengan Kelurahan Enarotali yang berada di pedalaman. Kabupaten Paniai berubah nama menjadi Kabupaten Nabire menurut PP Nomor 52 Tahun 1996. Peraturan tersebut juga melahirkan kabupaten baru yang dimekarkan dari Kabupaten Nabire, yaitu Kabupaten Paniai dan Kabupaten Puncak Jaya. Ketiga kabupaten tersebut sekarang berkembang menjadi 7 kabupaten penyusun Provinsi Papua Tengah.
Kabupaten Nabire dikenal sebagai penghasil salak terbesar di Papua, dengan salak Nabire yang memiliki cita rasa manis legit dan menjadi komoditas unggulan daerah ini. Pada tanggal 6 Februari 2004, terjadi gempa bumi yang kemudian disusul pada tanggal 26 November 2004 di Kabupaten Nabire, gempa bumi berkekuatan 7,2 skala Richter mengguncang daerah ini.(*)
Tribun-Papua.com
Pasar Oyehe
Pasar Mama Papua
Pasar Mama Papua Nabire
Forum Pasar Mama Papua
Wabup Nabire
Nabire
Kabupaten Nabire
Polres Nabire
Kodim 1705 Nabire
Kodim 1705/Nbr
Kodim 1705/Nabire
Tokoh masyarakat Nabire
DLH Nabire
| 6 Suku Asli Nabire Bersatu Siapkan Langkah Besar Kawal Masa Depan Adat |
|
|---|
| Polres Nabire Larang Penjualan BBM Eceran dan Miras Selama Aksi Massa pada 7 April 2026 |
|
|---|
| Bukan Sekadar Slogan, FKUB Papua Tengah Kerahkan 60 Relawan Lintas Agama di Nabire |
|
|---|
| Pemkab Nabire Siapkan Langkah Hadapi Krisis Daging Sapi yang Mulai Terasa |
|
|---|
| Pamit Memancing, Pria di Nabire Ditemukan Meninggal Dunia di Kebun Ubi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/kjsadasdlaskdasda.jpg)