Sabtu, 11 April 2026

YPMAK

Kerja Sama YPMAK Buka Pintu SMA Taruna Kasuari bagi Putra Amungme dan Kamoro

“Dengan adanya kerja sama ini, anak-anak dari Papua Tengah juga bisa bergabung (di Papua Barat). Ini memberi gambaran yang lebih

Tribun Papua Barat
PAPUA BARAT - Kepala SMA Taruna Kasuari Nusantara Papua Barat, Brigjen TNI (purn) Yusuf Ragainaga, diwawancarai media di Manokwari, Kamis (9/4/2026). Ia mengatakan kerjasama dengan YPMAK memberikan peluang anak-anak Papua Tengah belajar di Papua Barat. 
Ringkasan Berita:
  • Pendidikan Gratis: SMA Taruna Kasuari Nusantara sediakan asrama dan sekolah gratis melalui dana Otsus Papua Barat.
  • Seleksi Ketat: Penerimaan siswa luar daerah dibatasi dan wajib melalui skema kerja sama resmi.
  • Dukungan YPMAK: Kerja sama dengan YPMAK membuka pintu bagi anak-anak Papua Tengah untuk bergabung.
  • Pengembangan Fasilitas: Pemerintah berencana membangun infrastruktur baru di Distrik Warmare guna meningkatkan daya tampung.

 

TRIBUN-PAPUA.COM, MANOKWARI - Kepala SMA Taruna Kasuari Nusantara Papua Barat, Brigjen TNI (purn) Yusuf Ragainaga mengatakan kerjasama dengan Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) memberikan kontribusi positif dalam memperluas keberagaman latar belakang siswa.

YPMAK selaku pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia, berpusat di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah. Yayasan ini memiliki sejumlah program dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat Amungme, Kamoro dan lima suku kekerabatan di Mimika, mulai dari sektor ekonomi, kesehatan hingga pendidikan.

“Dengan adanya kerja sama ini, anak-anak dari Papua Tengah juga bisa bergabung (di Papua Barat). Ini memberi gambaran yang lebih luas tentang kondisi anak-anak Papua secara keseluruhan,” katanya di Manokwari, Kamis (9/4/2026).

Baca juga: Dirjen Imigrasi Jamin WFH Jumat Tidak Ganggu Pelayanan Publik

SMA Taruna Kasuari Nusantara adalah salah satu sekolah unggulan di wilaya Timur Indonesia, dengan sistem pendidikan berbasis asrama dan mendapat dukungan penuh dari dana Otonomi Khusus (Otsus). 

Pengelolaan sekolah ini langsung di bawah Pemerintah Provinsi Papua Barat, mencakup pembiayaan pendidikan hingga proses seleksi peserta didik.

Kepala sekolah mengatakan mekanisme seleksi siswa masih tetap berjalan seperti sebelumnya. 

Baca juga: Ubah Warga Jadi Pelaku Ekonomi, Menteri Koperasi Resmikan Pilot Project KDMP Atuka

Karena seluruh biaya pendidikan bersumber dari dana Otsus Papua Barat, sehingga penerimaan siswa dari luar Papua Barat harus melalui skema kerja sama resmi.

“Seleksi tetap sama, tetapi karena ini dibiayai Otsus Papua Barat, maka untuk wilayah lain harus melalui kerja sama. Tidak bisa langsung masuk begitu saja,” ujarnya

Seluruh kebutuhan siswa selama bersekolah di sana, mulai dari konsumsi hingga kebutuhan harian, ditanggung sepenuhnya oleh pihak sekolah.

Baca juga: ASN Pemkab Jayapura WFH Setiap Jumat, Tetap Pakai Seragam Lengkap saat Rapat Virtual

Kondisi ini membuat jumlah penerimaan siswa baru harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran serta ketersediaan fasilitas.

“Pernah kita buka lebih luas, tapi jumlah pendaftar sangat banyak, sementara kapasitas kita terbatas,” ujarnya.

Saat ini, fasilitas asrama yang tersedia masih difokuskan bagi siswa laki-laki.

Meski demikian, pemerintah telah merencanakan pengembangan infrastruktur baru untuk meningkatkan daya tampung, termasuk rencana pembangunan fasilitas pendidikan di wilayah Distrik Warmare.

Baca juga: Satu Mobil Tiga Barcode, Sekda Nabire Bongkar Siasat Licin Mafia BBM Subsidi

Ia berharap dukungan pemerintah terus berlanjut agar pengembangan sekolah dapat berjalan optimal dan memberi kesempatan lebih luas bagi generasi muda Papua untuk mengakses pendidikan berkualitas.(*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved