Breaking News:

Pendidikan

BEM Uncen Jayapura Kritisi Pemerintah Terkait Pendidikan di Papua

Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Cenderawasih Jayapura, Provinsi Papua mengkritisi pemerintah pusat pendidikan terutama tenaga guru

Penulis: Hendrik Rikarsyo Rewapatara | Editor: Musa Abubar

Laporan wartawan Tribun-Papua.com,Hendrik R Rewapatara

TRIBUN-PAPUA.COM,JAYAPURA- Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Cenderawasih Jayapura, Provinsi Papua mengkritisi pemerintah pusat pendidikan terutama tenaga guru yang bertugas di pelosok wilayah paling timur ini.

Harapan ini disampaikan Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Uncen Nikson Hesegem kepada Tribun-Papua.com di Jayapura, Selasa (20/7/2021).

Baca juga: Petugas Temukan Cacing Hati di Hewan Kurban Masjid Darul Ulum

Nikson berharap kepada pemerintah pusat melihat persoalan pendidikan tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) di pelosok tanah Papua.

Menurutnya, generasi muda Papua adalah tulang punggung yang menjadi penerus.

Baca juga: Komunitas Maluku Satu Gandong, Bantu Penyembelihan Hewan Kurban di Sentani

"Saya sampaikan hal ini karena melihat hampir semua sekolah di daerah pelosok negeri ini, mengalami kekurangan tenaga guru," katanya.

"Anak-anak banyak yang berlantar pendidikan sehingga perlu untuk diperhatikan agar memajukan pendidikan generasi anak Papua," ujarnya.

Baca juga: Masjid Agung Al-Aqsha Sentani Gelar Sholat Idul Adha Secara Terbatas, Jamaah yang Hadir 25 Persen

Dia mengatakan, pemerintah pusat meningkatkan kemajuan generasi Indonesia, dibidang pendidikan lebih khusus di tanah Papua.

"Para siswa-siswi di Papua ini adalah tulang punggung negara, mereka generasi emas Papua yang di targetkan pemerintah pada 2045 mendatang,"

Baca juga: Yunus Wonda Sumbang 1 Hewan Kurban ke Masjid Agung Al-Aqsha Sentani

Untuk itu, kata dia, para guru yang bertugas didaerah pedalaman Papua, tinggal dan menetap di tempat tugas agar memperhatikan generasi muda Papua dengan baik agar mereka pintar.

Lanjut dia, pemerintah pusat juga diharapkan memperhatikan keamanannya tenaga pengajar di Papua bisa di perhatikan agar ia betah dan menetap ditempat tugas.

Baca juga: Prokes Ketat, Shalat Idul Adha di Masjid An Nur Berlangsung Hikmat

Dengan demikian, tambah dia, dapat melakukan hak dan kewajiban dengan baik.(*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved