Berita Populer
4 Berita Populer: KKB Bakar Fasilitas di Pegubin hingga Oknum Pejabat di Papua Rudapaksa Siswi SMU
Berita populer: KKB Bakar Fasilitas Umum di Pegunungan Bintang hingga Oknum Pejabat dan Politisi Papua Diduga Rudapaksa Siswi SMU Jayapura. Wajib Baca
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Berikut empat berita populer yang dirangkum Tribun-Papua.com selama 24 jam, sejak Minggu (12/9/2021) hingga Senin (13/9/2021).
Mulai dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Bakar Fasilitas Umum di Pegunungan Bintang hingga Oknum Pejabat PU dan Politisi Papua Diduga Rudapaksa Siswi SMU di Jayapura.
1. KKB Papua Kembali Memanas di Pegunungan Bintang, Fasilitas Kesehatan Dibakar dan 1 TNI Tertembak
Kelompok Separatis Bersenjata (KSB) Papua dilaporkan kembali melancarkan teror di Kabupaten Pegunungan Bintang, Senin (13/9/2021).
Gerombolan KSB membakar sejumlah fasilitas umum serta kontak tembak dengan aparat kemanan.
Satu anggota Pos Pamtas Yonif 403/WP, Prada Ansar terkena tembak di lengan kanan.
Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 09.45 WIT di Distrik Kiwirok.
Diketahui, kontak tembak antara KKB pimpinan Lamek Taplo tersebut dengan Satgas Pamtas Yonif 403/WP.
Informan Tribun-Papua.com menyebutkan gedung Puskesmas, salah satu Bank perwakilan dan rumah warga di bakar Kelompok separatis.
Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol Arm Reza Nur Patria mengakui satu prajuritnya mengalami luka akibat terserempet rekoset Kelompok Separatis Teroris (KST) di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.
Kondisi yang bersangkutan saat ini dalam keadaan baik dan sadar.
Kini, aparat gabungan TNI dan Polri tengahj mengejar para pelaku.
2. Pasangan Bupati Mamberamo Raya Dilantik, Lukas Enembe: Jangan Langsung Melapor ke Pusat
John Tabo dam Ever Mudumi secara resmi memimpin Kabupaten Mamberamo Raya hingga lima tahun mendatang.
Gubernur Papua Lukas Enembe melantik kedua pasangan tersebut sebagai Bupati dan Wakil Bupati mamberamo Raya pada Senin (13/9/2021) di Kota Jayapura.
Gubernur Lukas dalam sambutannya, berpesan kepada John Tabo dam Ever Mudumi untuk tidak ragu serta aktif berkomunikasi dengan dirinya, terkait tugas pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan masyarakat di daerah.
Menurut Lukas, Bupati adalah pimpinan tertinggi di daerah pemerintahan kabupaten yang memiliki rakyat, sehingga dibutuhkan untuk menjadi tokoh panutan dan teladan bagi masyarakat.
"Jangalah saudara Bupati dan Wakil Bupati langsung melakukan komunikasi dengan kementerian atau lembaga di pusat tanpa sepengatuan Gubenur," tegasnya.
3. DPD Hanura Papua Fokus Sukseskan PON XX Ketimbang Bergulut Kursi Wakil Gubernur
Sekretaris Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Hanura Provinsi Papua, Jimmy Hegemur mengakatan saat ini pihaknya lebih fokus menyukseskan PON XX ketimbang bergulut kursi Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Papua, pengganti Klemen Tinal.
Hal ini diungkapkan menyikapi proses pemilihan Wagub Papua yang masih jalan di tempat, di samping lobi politik dari Yunus Wonda dan Kenius Kogoya ke pusat.
Seluruh partai koalisi yang tergabung dalam Koalisi papua Bangkit jilid II, juga masih menunggu informasi soal pembentukan panitia khsus (Pansus) Cawagub Papua di DPR Papua.
Dikatakan, Pansus Cawagub Papuan hingga kini belum juga terbentuk.
"Komunikasi politik tetap jalan seperti biasa, artinya akan dilakukan lewat komukasi WA atau telepon, tetapi untuk ending soal Wagub ini setelah PON, sehingga tidak menggangu pelaksanaan PON," jelasnya.
4. Oknum Pejabat dan Politisi Papua Diduga Rudapaksa Siswi SMU, Polisi Periksa Sejumlah Saksi
Oknum Kepala Dinas PU dan anak buahnya serta oknum politisi partai ternama di Papua, dilaporkan ke Polda Papua atas kasus dugaan kekerasan seksual terhadap empat orang siswi SMU di Jayapura.
Pihak keluarga korban melaporkan 5 orang terduga pelaku ke SPKT Polda Papua di Kota Jayapura pada Sabtu (11/9/2021).
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal ketika dikonfirmasi Tribun-Papua.com, Minggu (12/9/2021), membenarkan adanya laporan polisi oleh salah satu pihak korban.
Baru tujuh orang yang mengetahui pergerakan korban terkait kasus ini --diperiksa sebagai saksi oleh penyidik Ditreskrimum Polda Papua.
Sementara, status kasus ini masih dalam penyelidikan.
Pihaknya akan terus melakukan pendalaman hingga mengungkap secara utuh kasus ini, mulai kronologis, jumlah korban, hingga terduga pelaku.
Informasi yang diterima Tribun-Papua.com dari pihak keluarga korban, menyebut peristiwa tersebut terjadi di Jakarta pada April 2021 lalu.
Dalam keterangan tertulisnya, pihak korban menjelaskan para oknum pelaku melancarkan aksi bejatnya secara terencana, hingga keempat korban yang berstatus pelajar berusia 16 tahun di Jayapura mau dibawa ke Jakarta dengan alasan liburan gratis dan diberi uang.
Mirisnya, Om dari salah satu korban disebut terlibat dalam kasus ini.(*)