ypmak
Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK)

KKB Papua

Gembong KKB Yahukimo Demius Magayang Terlibat 12 Aksi Kekerasan Hingga Pembunuhan

Magayang dilumpuhkan dalam operasi penegakan hukum oleh Satgas Nemangkawi di Distrik Dekai pada Sabtu (27/11/2021 siang.

Satgas Nemangkawi for Tribun-Papua.com
Demius Magayang alias Temius Magayang pentolan KKB pembunuh dua prajurit TNI AD ketika dievakuasi dari Yahukimo menuju Jayapura 

TRIBUN-PAPUA.COM - Komandan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) wilayah Yahukimo, Demius Magayang punya belasan rekam jejak hitam atas sejumlah aksi kekerasan di Papua.

Magayang dilumpuhkan dalam operasi penegakan hukum oleh Satgas Nemangkawi di Distrik Dekai pada Sabtu (27/11/2021 siang.

Direktur Krimsus Polda Papua Kombes Pol Faizal Ramadhani menuturkan saat penangkapan, Magayang membawa senjata api rakitan yang dilengkapi amunisi.

Magayang yang merupakan Komandan Operasi KKB Kodap XVI Wilayah Yahukimo itu diduga pernah terlibat dalam 12 aksi kekerasan hingga pembunuhan.

Baca juga: Komandan KKB Papua Demius Magayang Terlibat Pembunuhan Staf KPU Hingga Prajurit TNI di Yahukimo

Salah satunya adalah pembunuhan staf KPU Yahukimo Hendrik Yovinski pada 11 Agustus 2020.

Staf KPU lain yang bersama Hendrik, Kenan Mohi saat itu berhasil selamat.

Peristiwa terjadi ketika keduanya yang tengah mengantar obat untuk istri Mohi tiba-tiba diadang warga dan diminta mengeluarkan KTP.

Saat mengeluarkan KTP, korban ditikam dari belakang. Tak lama kemudian muncul pelaku lain yang ikut menyerang korban.

Baca juga: Jenderal Dudung Minta Prajuritnya Rangkul KKB, DPR: Koordinasi Satu Atap, Bukan Satgas Gado-gado

Selain terlibat pembunuhan staf KPU tersebut, Magayang juga pernah terlibat pembunuhan warga bernama Muhammad Toyib di jalan Bandara Dekai pada 18 Mei 2021.

Ia juga terlibat pembunuhan dua prajurit Batalyon Infanteri Lintas Udara 432 Kostrad.

Saat insiden terjadi, kedua anggota tengah berjaga pada pengerjaan proyek talud Sungai Brasa.

Tiba-tiba puluhan orang datang menyerang pekerja dan warga yang berada di lokasi.

Dua anggota TNI tersebut menjadi sasaran penganiayaan hingga meninggal.

Baca juga: OPM Keluarkan Ultimatum Jelang 1 Desember, Tokoh Adat Tolak Perayaan Hari Jadi Papua Merdeka

Magayang turut pula terlibat kasus pembunuhan karyawan PT Indo Papua pada 22 Agustus lalu hingga kontak tembak dengan aparat gabungan Satgas Nemangkawi dan Polres Yahukimo.

Magayang juga disebut sebagai sosok yang mengundang Tendius Gwijangge datang ke Yahukimo dan melakukan serangkaian aksi bersama Senat Soll, pecatan TNI yang bergabung dengan KKB.

Senat Soll telah meninggal di Jayapura pada 26 September lalu akibat luka tembak di kaki saat penangkapan di Distrik Dekai.

Sementara Tendius Gwijangge yang diyakini menjadi aktor penyerangan Koramil Suru-suru pada 20 November lalu kini masih berada di Distrik Suru-suru. (*)

Sumber: Tribun Papua
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved