ypmak
Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK)

KKB Papua

Pegunungan Bintang Papua Kembali Bergejolak, KKB Kontak Tembak dengan Aparat & Bakar Fasilitas Umum

Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah pegunungan Papua. Kali ini, KKB membakar fasilitas umum dan pemukiman di Kabupaten Pegunungan Bintang

Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Istimewa
ILUSTRASI - Kapolres Intan Jaya AKBP Sandi Sultan (tengah) memimpin pengejaran anggota KKB pascapembakaran rumah warga di sekitar Bandara Bilogai, Distrik Sugapa. KKB diimbau untuk segera menyerahkan diri. Bila tidak, ditindak tegas.  

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah pegunungan Papua. Kali ini, aksi KKB membakar fasilitas umum dan pemukiman di Kabupaten Pegunungan Bintang.

Selain membakar fasilitas umum, KKB tersebut juga saling kontak tembak dengan aparat setempat.

Menurut Kapolres Pegunungan Bintang AKBP Cahyo Sukarnito saat dikonfirmasi, mengatakan KKB membakar gedung SMP di wilayah tersebut.

“Sebelum dibakar sempat terdengar tembakan, kemudian muncul kumpulan asal dari gedung sekolah,” jelasnya.

Baca juga: Akibat Sering Nonton Film Porno, Mahasiswa Kuliah di Mesir Cabuli Bocah 6 tahun di Pekanbaru

Dikatakan, saat yang sama, anggota Satgas Pamrahwan Polri Yon A Resimen III Pelopor bersama Satgas TNI Yon 431 langsung melakukan proses evakuasi warga.

“Kami lakukan evakuasi warga Kampung Wambakon, Distrik Serambakon dari rumah-rumah ke Gereja Katholik Wambakon,” ujarnya.

Sebelumnya, pada Senin (13/12/2021) sekitar pukul 06.00 hingga 0700 waktu setempat, KKB Papua diidentifikasi menembaki Pos Brimob di Distrik Serambakom, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.

"Memang benar ada laporan KKB menembaki Pos Brimob. Dalam kejadian ini, tidak ada korban jiwa," kata Cahyo Sukarnito.

Konflik bersenjata antara aparat TNI-Polri dengan KKB masih terus bergulir di Papua.

Paling anyar prajurit TNI menembak anggota KKB di wilayah Suru Suru, Kabupaten Yahukimo, Papua pada Selasa 7 Desember 2021.

Baca juga: Jelang Natal dan Tahun Baru, Jalur Tikus di Perbatasan Papua-PNG di Awasi  

Anggota KKB itu kedapatan membawa senjata api laras panjang hasil rampasan dari seorang prajurit yang dibunuhnya.

"Terkonfirmasi jenis SS2 V4 dengan alat bidik optik yang merupakan milik prajurit TNI AD yang tewas dibunuh kelompok bersenjata saat pengamanan perbaikan Bandara Yahukimo di Kali Brasa, Distrik Dekai pada 18 Mei 2021 lalu," kata Kapendam XVII/Cenderawasih Kol Arm Reza Nur Patria kepada wartawan, Rabu 8 Desember 2021.

Reza menyebutkan kontak senjata itu terjadi pada sekitar pukul 08.00 WIT.

Baca juga: Ini Aturan Pencegahan Covid-19 Saat Ibadah Natal

Itu, sambungnya, adalah insiden kontak senjata yang keempat kalinya terjadi di wilayah Yahukimo dalam 4 bulan terakhir.

Menurutnya, dua peristiwa dari keseluruhan penembakan di kawasan itu terjadi di Suru Suru.

"Yang mengakibatkan tiga prajurit TNI tewas dan tiga luka serius saat mereka melakukan aktivitas harian," jelasnya.

Kondisi bangunan sekolah dan pemukiman warga di Distrik Serambakon yang dibakar KKB
Kondisi bangunan sekolah dan pemukiman warga di Distrik Serambakon yang dibakar KKB (Kapolres Pegunungan Bintang AKBP Cahyo Sukarnito for Tribun-Papua.com)

Serang Helikopter

KKB Papua juga tak segan-segan menyerang kendaraan Helikopter yang melintas di wilayah udara Papua.

Aksi KKB Papua menyerang Helikopter sudah terjadi sejak 16 Oktober 2019.

Saat itu, KKB Papua yang bermarkas di Distrik Ilaga Utara, Kabupaten Puncak, menyerang helikopter milik PT Intan Angkasa Air Service.

Beruntung, helikopter masih bisa melanjutkan perjalanan dan mendarat dengan selamat, meski diberondong tembakan oleh KKB Papua.

Baca juga: Kemana Perginya Air Hujan Setelah Turun ke Bumi? Siswa SD Perlu Tau

Sang pilot pun langsung melaporkan aksi penembakan itu kepada aparat TNI-Polri.

Di awal tahun 2021, KKB Papua melakukan serangan ke helikopter di Kampung Tsinga, Distrik Tembagapura, Mimika.

Helikopter yang ditembak KKB Papua milik PT Freeport Indonesia.

Helikopter tersebut ditembak ketika berada di atas ketinggian 1.500 kaki.

Akibat tembakan tersebut, helikopter mengalami kebocoran tangki bahan bakar.

Baca juga: Kaleidoskop 2021: Daftar Anggota dan Pentolan KKB di Papua yang Ditangkap Aparat, Ada Pecatan TNI

Pilot pun terpaksa mendaratkan helikopter di helipad Benangin.

Diketahui, helikopter tersebut hendak melakukan survei GPS di dekat Kampung Tsinga.

Pegang Senjata SS2 V4

Terungkap, Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua ternyata memegang senjata SS2 V4 ketika menjalankan aksinya meneror warga dan aparat keamanan.

Dalam kontak tembak terbaru, personel TNI berhasil merebut senjata SS2 V4 tersebut dari tangan salah satu anggota KKB Papua.

Diketahui, senjata tersebut merupakan hasil rampasan dari prajurit TNI yang gugur.

Senjata tersebut dirampas dalam baku tembak di Bandara Yahukimo, Distrik Dekai pada 18 Mei 2021 silam.

Adapun senjata SS2 V4 ternyata memiliki spesifikasi mematikan.

Dilansir dari Pindad, SS2 V4 adalah senapan terbaik kebanggaan Indonesia yang telah 11 kali memenangkan kompetisi menembak AASAM dan AARM.

Senapan ini mempunyai akurasi tembakan yang sempurna meski dalam jarak 600 meter.

SS2-V4 dilengkapi teleskop ACOG yang mampu membidik sasaran dalam jarak jauh.

Tak heran jika teroris KKB Papua semakin beringas setelah mendapatkan senjata SS2-V4 ini.

SS2-V4 itu berhasil direbut TNI kembali dari KKB Papua saat terjadi baku tembak pada Selasa (7/12/2021) di Suru-Suru, Kabupaten Yahukimo.

Baca juga: Jasad Seorang ODGJ Tertimbun Abu Vulkanik Semeru Setebal 4 Meter, sebelumnya Hilang 10 Hari

"Pada Selasa kemarin sekitar pukul 08.00 WIT, kembali terlihat kelompok bersenjata mendekati Koramil Suru Suru dengan formasi siap lakukan penyerangan," ujar Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Arm Reza Nur Patria, melalui keterangan tertulis, Rabu (8/12/2021) malam.

Dalam kontak senjata itu, petugas melumpuhkan anggota KKB.

"Sehingga anggota Satgas Koramil Suru-Suru terpaksa melumpuhkan satu anggota kelompok bersenjata yang membawa satu pucuk senjata laras panjang yang terkonfirmasi jenis SS2 V4 dengan alat bidik optik," imbuhnya.

Reza memastikan, senjata itu adalah milik prajurit TNI AD yang tewas dibunuh KKB saat pengamanan perbaikan Bandara Yahukimo di Kali Brasa, Distrik Dekai, pada 18 Mei 2021 lalu.

Baca juga: Kronologi Sekelompok Pemuda Mabuk Rusak 11 Rumah dan Bakar 3 Motor Warga, Dilakukan Pukul 4 Pagi

Selain mengamankan senjata tersebut, aparat keamanan juga berhasil menyita lima magasin dengan jumlah amunisi sebanyak 139 butir, pisau dan alat komunikasi.

"Selanjutnya seluruh barang bukti akan diserahkan kepada Polda Papua untuk penyelidikan & proses hukum lebih lanjut," kata dia.

Upaya kedua kalinya Menurut Reza, upaya penyerangan tersebut adalah yang kedua kalinya dilakukan KKB di Suru-Suru sejak 20 November 2021.

Situasi di Suru-Suru mulai tidak kondusif sejak KKB menyerang Koramil Persiapan Suru-Suru pada Sabtu 20 November 2021 pagi.

Kontak senjata sempat terjadi selama enam jam dan akibat kejadian tersebut, Sertu Ari Baskoro gugur.

Sementara Komandan Koramil Kapten Inf Arviandi mengalami luka tembak dan bacokan, kini dirawat di RST Marthen Indey Jayapura.

Kemudian, KKB melakukan aksi pembakaran terhadap lima unit kios yang ada di Suru-Suru pada 23 November 2021.

KKB kembali berulah di Distrik Suru-Suru, Kabupaten Yahukimo, Papua, Jumat (3/12/2021). Akibatnya, satu personel TNI yakni Serda Putra Rahadi gugur dan Praka Suheri mengalami luka tembak.

Kelompok Egianus Kogoya yang selama ini berada di Kabupaten Nduga, diduga telah bergabung di Suru-Suru karena kawasan tersebut merupakan wilayah perbatasan antara Yahukimo, Asmat dan Nduga. (*)

Sumber: Tribun Papua
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved