Breaking News:

Papua Terkini

FPK Papua Merasa Dijebak Pemberitaan Gubernur Lukas, John Suebu: Kami Tak Bicara Politik

John Mauridz menduga, ada oknum-oknum sengaja memanfaatkan media saat ini untuk memecah belah kebersamaan yang telah terjalin selama ini di Papua.

Istimewa
Gubernur Papua Lukas Enembe. 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Pemberitaan mengenai kondisi kesehatan Gubernur Papua Lukas Enembe yang berpengaruh pada layanan pemerintahan, pada Selasa (4/1/2022), dinyatakan sesat dan menyimpang.

Diduga ada oknum-oknum yang memanfaatkan pernyataan Forum Peduli Kemanusiaan (FPK) Papua terkait jumpa pers yang berfokus pada dorongan penyelesaian hak ulayat yang digunakan untuk pembangunan venue PON Papua.

Demikian disampaikan Sekretaris Forum Peduli Kemanusiaan (FPK), John Mauridz Suebu kepada Tribun-Papua.com, mengklarifikasi pemberitaan tersebut, Sabtu (8/1/2022) malam.

Baca juga: Faktor Kesehatan Lukas Enembe, Pemerintah Pusat Didesak Menunjuk Pejabat Gubernur Papua

Baca juga: Kritik Kesehatan Gubernur Lukas Enembe, FPK Papua: Kami Dijebak Oknum!

Sekretaris Forum Peduli Kemanusiaan (FPK), John Mauridz Suebu.
Sekretaris Forum Peduli Kemanusiaan (FPK), John Mauridz Suebu. (Tribun-Papua.com/Istimewa)

Pernyataan FPK Papua yang disampaikan Jackob Fiobetauw tidak membicarakan atau mendesak Pemerintah Pusat segera menunjuk Penjabat Gubernur Papua, mengingat kondisi kesehatan Gubernur Papua Lukas Enembe saat ini dalam pengobatan.

“Kami ditelepon untuk jumpa pers, materi kami ialah berbicara hak-hak masyarakat adat yang diabaikan oleh Pemda. Seperti yang telah kami laporkan, kami di FKP tidak berbicara kepentingan politik."

"Isi berita harus pisahkan pendapat toko adat, agama, dan FPK,” kata John Mauridz Suebu lewat gawainya kepada Tribun-Papua.com.

Menurutnya, FPK Papua dalam jumpa pers tersebut mendorong negara segera mengingatkan Pemprov Papua dan Pemkab Jayapura agar tidak lupa janji manis usai PON XX dan Peparnas 2021.

 “Tuntutan kami adalah masalah PON diselesaikan, karena sejumlah lahan ulayat digunakan untuk pembangunan sejumlah venue PON, bahkan belum dibayar Pemerintah Papua. Di antaranya venue kriket,” ujarnya.

Karena itu, John Mauridz Suebu berharap jangan ada oknum yang memanfaatkan FPK untuk kepentingan politik tertentu.

Baca juga: Ditolak DPD PAN Yahukimo, UGW: Saya Pengurus DPP!

 “FPK punya motto: Kemanusiaan, Yes! Politik, No."

Halaman
12
Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved