Breaking News:

KNPB

KNPB Wilayah Balim Barat Mendesak Agar Viktor Yeimo di Bebaskan 

Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Balim Barat, mendesak agar Viktor Yeimo segera dibebaskan tanpa Syarat.

Tribun-Papua.com/Istimewa
Victor Yeimo, Juru Bicara Internasional Komite Nasional Papua Barat (KNPB). Yeimo ditangkap polisi lantaran diduga sebagai dalang kerusuhan Jayapura pada Agustus 2019. Ia ditahan di Mako Brimob Polda Papua. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Hendrik R Rewapatara

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Balim Barat, mendesak agar Viktor Yeimo segera dibebaskan tanpa Syarat.

Ketua satu KNPB Wilayah Balim Barat, Weke R.Yoman mengatakan, pihakua menyeruhkan dan mendesak kepada pihak kejaksaan tinggi Papua dan Polda Papua agar segera membebaskan Viktor Yeimo Tanpa syarat. 

Baca juga: Mengenang Kembali Theys Eluay Putra Papua yang Ditakuti  Pemerintahan Indonesia

"Demi kenyamanan, pemulihan dan proses penyembuhan untuk kesehatan Jubir Internasional KNPB Viktor Yeimo, kami KNPB Wilayah balim Barat meminta kepada kepala Kejaksaan Tinggi Papua dan Polda Papua segera bebaskan Viktor Yeimo,"Kata Weke R Yoman, dikutip dari laman FB KNPB News, Kamis (13/1/2022).

Baca juga: Bupati Mimika, Eltinus Omaleng Kembali Berhentikan Ribuan Honorer di Lingkup Pemda Mimika

Dia meminta agar Viktor Yeimo segera dipindahkan dari rumah sakit umum ke tahanan Rumah yang layak huni selain dari rumah sakit Dok II Jayapura.

"Kami minta agar Viktor Yeimo segera dipindahkan dari RS ke rumah yang layak huni, agar dalam keadaan aman dan tenang dia bisa berobat ikuti progam kesehatan sesuai petunjuk dan resep dari Dokter yang menanganinya,"tukasnya.

Baca juga: Beri Rasa Aman Masyarakat Kapolri Bentuk Tim Partoli

Lebih lanjut kata dia, pihaknya juga meminta Viktor Yeimo harus dibebaskan tanpa syarat.

Baca juga: Inilah Pimpinan OPM yang Pernah Ancam Presiden Jokowi

"Viktor Yeimo bukan pelaku rasis tetapi dia merupakan korban dari rasisme negara terhadap orang Papua, sehingga Viktor Yeimo tidak layak di jadikan sebagai tersangka,"tambah dia. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved