ypmak
Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK)

KKB Papua

Polisi: Penembak Tukang Ojek di Puncak Jaya adalah KKB

Otoritas kemanan di Kabupaten Puncak Jaya hingga kini belum mengumumkan siapa pelaku dari kasus penembakan yang mengakibatkan dua tukang ojek terluka.

Editor: Roy Ratumakin
KOMPAS.COM/DHIAS SUWANDI
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal. 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Otoritas kemanan di Kabupaten Puncak Jaya hingga kini belum mengumumkan siapa pelaku dari kasus penembakan yang mengakibatkan dua tukang ojek terluka.

Satu di antara tukang ojek tersebut tewas atas nama Soleno Lolo asal Toraja. Sedangkan korban lainnya yaitu Sauku DG Paewa asal Makassar masih mendapat perawatan medis.

Soleno Lolo tewas karena mengalami luka tembak di bagian rusuk sebelah kanan.

Baca juga: BREAKING NEWS: OTK Beraksi di Puncak Jaya Papua, 1 Tukang Ojek Tewas

Sedangkan Sauku DG Paewa mengalami luka tembak di bagian kepala.

Ditengarai, pelaku penembakan adalah kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang berada di Distrik Tingginambut.

Menurut Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal kedua korban ditembak oleh KKB saat berkendara setelah mengantarkan penumpang kemudian dihentikan oleh orang tak dikenal.

"Pelakunya masih didalami dan perlu dikumpulkan keterangan untuk mengetahui dari kelompok mana yang melakukan kekerasan di Puncak Jaya," kata Kamal

Sepak Terjang KKB di Puncak Jaya

Dari data yang dihimpun Tribun-Papua.com dari berbagai sumber, pada medio 2021 lalu, Satgas Nemangkawi berhasil menangkap Osimin Wenda, alias Usimin Telenggen, alias Ustel Bin Laden, alias Kilongginik.

Osimin ditangkap saat ia akan masuk ke Kota Mulia, Puncak Jaya, Papua.

Osimin adalah seorang buron. Ia kabur dari Lapas Abepura pada 8 Januari 2016 bersama 13 narapidana lainnya.

Ia adalah narapidana dengan vonis penjara seumur hidup pada 2014.

Baca juga: 1 Tukang Ojek Tewas Ditembak KKB, Sebelumnya Dihentikan OTK Setelah Antar Penumpang

Penangkapan Osimin dibenarkan oleh Direskrimum Polda Papua, Kombes Faisal Ramadhani, di Jayapura, Kamis (22/7/2021).

"Kamis (22/7/2021) pukul 11.25 personel Satgas Nemangkawi menangkap Osimin Wenda ketika yang bersangkutan masuk ke Kota Mulia, Puncak Jaya," ujar dia.

"Pelaku diketahui mendapatkan vonis seumur hidup dari hakim pada 2014 dan kemudian Kabur dari Lapas Abepura pada 2016," kata Faisal.

Selain itu, pada 14 Juni 2021, Satgas Nemangkawi berhasil kembali menangkap Ratius Murib alias Neson Murib.

Baca juga: Tukang Ojek yang Tewas Ditembak OTK di Puncak Jaya Alami Luka Tembak di Bagian Rusuk Sebelah Kanan

Neson diduga bagian dari jaringan penjual senjata api dan amunisi kepada kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Puncak Jaya, Papua.

"Yang bersangkutan Neson Murib diduga jaringan penjual senjata api dan amunisi ke KKTB di Puncak Jaya," kata Kasatgas Humas Ops Nemangkawi Kombes M Iqbal Al-Qudusy dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (15/6/2021).

Menurut Iqbal, Neson Murib diduga telah melakukan sejumlah transaksi penjualan dan pembelian senjata api serta amunisi mencapai miliaran rupiah.

"Total yang dikirim dan diterima Rp 1.393.100.000," ujar Iqbal.

Neson ditangkap ketika sedang transit di Bandara Mulia Kabupaten Puncak Jaya oleh anggota KP3 Bandara Mulia Polres Puncak Jaya.

Ketika itu, Neson ingin menuju ke Kabupaten Mimika. Saat ditangkap, Neson kedapatan membawa uang sebanyak Rp 370 juta.

Iqbal menegaskan, sampai saat ini, jajaran aparat penegak hukum masih mendalami kasus dugaan penjualan senjata api dan amunisi tersebut.

"Tim masih akan terus menggali informasi sumber dana serta aktifitas pengiriman uang untuk membeli senjata dan amunisi dari terduga Neson Murib," jelas Iqbal. (*)

Sumber: Tribun Papua
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved