Semarak HUT RI di Papua

Momen HUT RI, Pedagang Roti Bakar Asal Garut Pilih Hijrah ke Merauke Papua Jualan Bendera

Sudah 2 minggu di Merauke jualan bendera dan umbul-umbul. Kerjaan musiman ini saya lakukan setiap tahun sejak 2009

Penulis: Hidayatillah | Editor: M Choiruman
Tribun-Papua
PEDAGANG MUSIMAN – Asep (40), pedagang roti bakar asal Desa Ciburial, Kampung Sindang Sari, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Jabar hijrah ke Kabupaten Merauke dengan berjualan bendera, Minggu (31/7/2022). Menurutnya menjadi pedagang musiman lebih menjanjikan. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Hidayatillah

TRIBUN-PAPUA.COM, MERAUKE – Momen peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI), pedagang roti bakar dari Garut, Jawa Barat, Asep (40) kini memilih menjadi pedagang musiman yang menjual bendera dan umbul-umbul di Kabupaten Merauke, Papua. 

Baca juga: Jelang HUT Ke-77 RI, Penjual Bendera di Jayapura Mulai Menjajakan Pernak-pernik HUT RI

Warga Desa Ciburial, Kampung Sindang Sari, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat, Asep kepada Tribun-Papua.com mengatakan, menjadi pedagang musiman bendera dan umbul-umbul 17 Agustusan sudah digeluti sejak 2009 lalu dan hasilnya cukup menjanjikan.

"Kerjaan saya jualan roti bakar di Garut. Dekat pabrik Chasin yang memproduksi sepatu Nike, Adidas, Speed terbesar di Garut. Sudah 2 minggu di Merauke jualan bendera dan umbul-umbul. Kerjaan musiman ini saya lakukan setiap tahun sejak 2009," ungkapnya di sela-sela kesibukan melayani pembeli bendera di Kabupaten Merauke, Minggu (31/7/2022). 

Meriahkan HUT Ke-77 Kemerdekaan RI, Pemprov Papua Gelar Hiburan Rakyat dan Bazar UMKM

Sosok Asep menceritakan awal merintis usaha sebagai pedagang musiman. Dia mengawali sebagai pedagang musiman di Kota Sorong pada 2007 lalu. Kemudian, merambah ke Jayapura hingga akhirnya memilih berjualan bendera saat menjelang peringatan 17 Agustus di Kabupaten Merauke dari 2009 hingga sekarang. 

Tahun ini, dia membawa pernak-pernik 17 Agustusan sebanyak 4.000 lembar untuk dijual dalam waktu satu bulan.

Dagangan tersebut dibanderol dengan harga mulai dari Rp 5.000, Rp 10.000, Rp 20.000, Rp 60.000 hingga 150.000.

Menurutnya, jualan musiman bendera dan umbul-umbul paling lama berlangsung satu setengah bulan.

Sambut HUT Ke-77 RI, Pemprov Papua Bakal Gelar Jalan Santai dan Aerobik

"Animo pembeli tahun ini, Alhamdulillah ada peningkatan dibanding tahun lalu saat ada Covid-19 kurang lancar," ungkapnya.   

Asep membeberkan, dalam dua minggu ini sudah terjual lebih dari seperempat stok barang dagangannya. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved