ypmak
Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK)

HUT ke 77 Kemerdekaan RI

Ini Pesan Eks Panglima OPM Lamber Pekikir bagi Seluruh TPNPB-OPM di Tengah Momen HUT ke-77 RI

Berkaitan dengan hal itu, pada 2014, Lamber membuat keputusan untuk tinggalkan markas Victoria dan pergi ke Ibukota Kabupaten Keerom, Provinsi Papua

Penulis: Calvin Louis Erari | Editor: Gratianus Silas Anderson Abaa
Tribun-Papua.com/ Calvin
Eks Panglima Organisasi Papua Merdeka (OPM), Lamber Pekikir foto bersama dengan Danrem 172/PWY J O Sembiring yang didampingi Bupati Piter Gusbager Usai pelaksanaan upacara HUT ke-77 RI di Lapangan Bola Swakarsa, Distrik Arso, Kabupaten Keerom, Danrem 172/PWY J O Sembiring mengatakan Eks Panglima Organisasi Papua Merdeka (OPM), Lamber Pekikir menginkan Kabupaten Keerom harus tetap damai, maka itu masyarakat harus terus menjaga kedamaian tersebut. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Calvin Louis Erari

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Siapa yang tidak kenal dengan Lamber Pekikir, eks Panglima Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang sempat berkuasa di hutan Kabupaten Keerom, Provinsi Papua selama 20 tahun.

Kepada Tribun-Papua.com, Lamber menjelaskan, selama menjadi OPM dia diangkat oleh Jacob Prai sebagai Koordinator Umum Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) untuk memimpin markas Victoria yang saat ini menjadi Kampung Workwana, di Distrik Arso, Kabupaten Keerom, Provinsi Papua.

"Sepanjang menjadi pimpinan OPM, saya telah melihat perjuangan Papua Merdeka yang dilakukan telah banyak menelan banyak korban baik itu pihak sipil, aparat TNI-Polri hingga anggota OPM sendiri,”kata Lambert  Kabupaten Keerom, Provinsi Papua, Selasa (16/8/2022) malam.

Baca juga: Napak Tilas Pengibaran Bendera Merah Putih Pertama di Kabupaten Merauke

Menurutnya, perjuangan Papua Merdeka bukanlah sebuah perjuangan yang murni sebab tengah banyak memakan korban.

Dengan hal tersebut, maka di tahun 2010 Lamber dipanggil oleh Farid Husein yang merupakan salah satu utusan dari Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, yang memintanya untuk mencari solusi terbaik demi penyelesaian konflik di tanah Papua lewat sebuah proses demokrasi yang disebut dialog Papua-Jakarta.

“Saat itu saya langsung berbeda pendapat dengan teman-teman pejuang lain yang menyatakan bahwa tidak ada solusi dialog kecuali Papua lepas dari Indonesia, maka itu di tahun 2013, saya membangun komunikasi khusus dengan Badan Intelijen Negara dengan harapan akan ada sebuah proses perdamaian dengan dalam bentuk dialog untuk penyelesaian konflik Papua,” jelas Lamber.

Baca juga: HANYA DI PAPUA: Eks Panglima OPM Hadiri Upacara Perayaan HUT ke-77 RI di Keerom Papua

Hal itu terjawab pada tahun 2014 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dimana menurutnya, tengah diundang oleh orang nomor satu di Indonesia saat itu untuk melakukan komunikasi melalui video call.

"Saat itu saya langsung berkomunikasi dengan bapak SBY lewat video call dengan kesepakatan bersama bahwa saya harus berangkat ke Jakarta untuk menyampaikan aspirasi ini kepada pemerintah Republik Indonesia,” katanya.

Berkaitan dengan hal itu, pada 2014, Lamber membuat keputusan untuk tinggalkan markas Victoria dan pergi ke Ibukota Kabupaten Keerom, Provinsi Papua guna mempersiapkan diri untuk berangkat ke Jakarta, dan saat itu Jendral JO Sembiring yang memfasilitasi serta mengawal saya  saya berangkat.

"Selama di Jakarta, saya mendapatkan jaminan oleh negara dan aparat untuk tetap tinggal di Republik Indonesia, membangun indonesia bersama dan bersama-sama untuk menyelesaikan konflik di Papua sebab persoalan konflik di Papua bukanlah hal yang gampang, diperlukan proses yang panjang karena keunikan dari bangsa Papua sangat sulit untuk dipersatukan," ujarnya.

Baca juga: Peringatan HUT RI, Satgas TMMD dan Warga Mimika Barat Upacara Bersama

Dengan keputusan saat itu, maka saat ini, Lamber telah berada ditengah-tengah masyarakat dan ingin bersama membangun Kabupaten Keerom dan manusia Papua secara utuh dibawah bingkai NKRI dan menghindari segala hal yang menentang negara dan merugikan rakyat.

"Saat ini saya juga bekerjasama dengan pihak gereja, serta lembaga-lembaga Ham untuk menciptakan perdamaian untuk menuju Keerom yang damai. Maka dengan semangat Keerom damai dan dengan semangat HUT Ke-77 Republik Indonesia," jelasnya.

Baca juga: Lengserkan Daerah se-Tanah Tabi, Piter Gusbager: HUT RI Paling Meriah di Keerom

Dengan perjuangan dan perjalanan yang panjang, maka dalam momen Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Republik Indonesia, Eks pemimpin OPM, Lamber Pekikir berharap agar seluruh anggota TPNPB OPM di Bumi Cenderawasih untuk menghentikan aksi kekerasan.

"Dirgahayu Republik Indonesia. Imbauan saya kepada mereka yang masih ada di hutan untuk hentikan kekerasan di Tanah Papua, tetapi marilah kita membuka ruang dan budayakan dialog damai dalam penyelesaian konflik di tanah Papua secara menyeluruh," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved