Senin, 20 April 2026

Pemilu 2024

Prabowo Puji Sosok Ini Setinggi Langit, Incar Dukungan di Pilpres 2024?

Dengan Prabowo puji sosok ini setinggi langit, apakah ini indikasi dirinya incar dukungan di Pilpres 2024?

Editor: Gratianus Silas Anderson Abaa
Tribun-Papua.com/Tribun Network
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Diketahui, Prabowo Subianto, menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) memiliki ilmu yang lebih hebat atau di atas dirinya. Lantas, dengan Prabowo puji sosok ini setinggi langit, apakah ini indikasi dirinya incar dukungan di Pilpres 2024? 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto, menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) memiliki ilmu yang lebih hebat atau di atas dirinya.

Lantas, dengan Prabowo puji sosok ini setinggi langit, apakah ini indikasi dirinya incar dukungan di Pilpres 2024?

Diketahui, pujian Prabowo terhadap mantan rivalnya pada dua Pilpres terdahulu itu diberikan saat menghadiri Muktamar XVI Persatuan Islam (Persis) di Soreang, Kabupaten Bandung, Sabtu (24/9/2022).

"Memang saya ini mantan Komandan Pasukan khusus. Kalian kenal saya semua? Saya juga mantan jenderal baret merah. Apa coba kurangnya strategi segala macam? Tapi saya harus akui Pak Jokowi itu memang ilmunya di atas saya," kata Prabowo dalam sambutannya.

Baca juga: Tito Karnavian dan Bahlil Pernah Temui Lukas Enembe, Minta Paulus Waterpauw Wagub Papua: Ada Apa?

"Jadi memang ada suatu mitos mengatakan bahwa memang kalau politik negara itu yang unggul itu dari Solo, dari Surakarta. Saya ini Banyumas, jadi ya, masih satu klik lah di bawah Solo," sambungnya.

Tak hanya soal ilmu, pujian juga dilontarkan Prabowo atas prestasi Jokowi memimpin pemerintahan.

Meski sempat jadi rival di dua edisi pemilu terakhir, namun kini setelah jadi menteri di Kabinet Kerja milik Jokowi, Prabowo mengakui kapabilitas mantan Wali Kota Solo itu dalam memimpin dan menangani permasalahan negara.

"Kita sekarang juga harus jujur dan mengakui prestasinya Presiden Jokowi, harus kita akui. Kalau kita rinci satu per satu, saya ini rivalnya beliau sepuluh tahun, saya rivalnya bener. Tapi akhirnya masuk kabinet beliau, saya saksi melihat, saya melihat komitmen beliau," ucap Prabowo.

Baca juga: Lengserkan Prabowo – Anies di Charta Politika, Menteri Terkaya Jadi Pasangan Terbaik Ganjar Pranowo

Menurut Prabowo, memimpin selama dua periode berturut-turut Jokowi berhasil menjalankan seluruh program kerjanya. Termasuk dalam urusan keberpihakan kebijakan terhadap wong cilik.

"Saya melihat keberpihakan beliau pada rakyat kecil, luar biasa pengorbanan pemerintah atau kebijakan-kebijakan pemerintah untuk melindungi rakyatnya yang paling miskin dan paling lemah," kata Prabowo.

Prabowo mengaku hadir di pembukaan Muktamar XVI Persis mewakili Presiden Jokowi.

Ia menyebut dirinya diutus Jokowi yang tidak bisa datang untuk membuka secara resmi acara tersebut.

"Ini sebuah kehormatan besar, saya juga kaget kok saya ditunjuk," kata Prabowo.

Prabowo Subianto

Prabowo Subianto saat ini memiliki peluang besar diusung Partai Gerindra jadi capres.

Apalagi, Prabowo yang menjabat Menteri Pertahanan (Menhan) itu memiliki elektabilitas yang tinggi jelang Pilpres 2024.

Elektabilitas Prabowo berada di posisi teratas, bersaing dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, di berbagai hasil lembaga survei.

Demikian, jika Prabowo dipastikan diusung jadi capres pada Pilpres 2024, maka ini kali ketiga ia terjun ke Pilpres.

Kali pertama Prabowo maju di Pilpres 2009, dengan menjadi cawapres dari capres Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP), sekaligus anak dari Bapak Proklamator Indonesia dan Presiden Pertama RI, Soekarno.

Kalah di Pilpres 2009, Prabowo kembali maju pada kontestasi Pilpres 2014 dan 2019.

Sayangnya, di dua Pilpres itu, Prabowo kalah dari seorang Joko Widodo, Presiden RI saat ini.

Di Pilpres 2014, Jokowi dan Jusuf Kalla menang dengan memperoleh suara rakyat sebesar 53,15 persen, mengandaskan perlawanan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa dengan perolehan suara 46,85 persen.

Usai kalah di Pilpres 2014, Prabowo memimpin Gerindra menjadi partai oposisi pemerintah.

Baca juga: Geser Prabowo Subianto, PKS Usung Sosok Ini Jadi Capres, Anak Presiden

Pada Pilpres 2019, Prabowo Subianto dan pasangannya Sandiaga Uno mesti kembali mengakui kekalahan usai memperoleh suara 44,5 persen, dari pasangan Jokowi dan Ma’ruf Amin dengan perolehan suara 55,5 persen.

Selepas jadi lawan di Pilpres 2019, Prabowo dan Jokowi membangun komunikasi politik yang harmonis, di mana puncaknya, Partai Gerindra masuk dalam deretan partai pemerintah, dan Prabowo ditunjuk menjadi Menteri Pertahanan (Menhan).

Hingga saat ini, hubungan Prabowo Subianto dan Presiden Jokowi makin harmonis.

Hal ini terlihat kala Prabowo bertamu ke kediaman Presiden RI Joko Widodo saat Idulfitri 2022 lalu.

Dalam konferensi pers, Jokowi juga mengungkapkan tidak ada perbincangan terkait politik ataupun ekonomi tetapi hanya hal-hal ringan yang dibicarakan.

 “Tadi kami banyak berbincang tetapi hal-hal yang ringan-ringan. Bukan politik, ekonomi juga ndak, ringan-ringan semua yang kita bicarakan. Saya rasa yang paling penting sudah saling silaturahmi, dan juga saling bermaafan.”

“Yang paling penting itu,” tuturnya seperti dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden.

Di sisi lain, Prabowo menyebutkan bahwa kunjungan kepada Jokowi adalah menjadi tradisi saat hari pertama Lebaran saat bersilaturahmi yaitu mengunjungi pemimpin.

Baca juga: Prabowo – Anies Dilengserkan Ganjar Pranowo di Survei Charta Politika: Elektabilitas Jelang Pilpres

Lalu, ada juga yang melihat sinyal politik Jokowi mendukung Prabowo di Pilpres 2024 nanti.

Hal ini diungkapkan Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Arsul Sani, bahwa Jokowi telah menunjukkan dukungannya untuk Prabowo di mata publik.

Menurutnya, dukungan tersebut adalah hal wajar lantaran Prabowo kerap terlihat dalam sejumlah kegiatan bersama Jokowi.

"Kita lihatlah kalau sekarang kemudian di media berkembang pendapat bahwa Pak Jokowi meng-endorse Pak Prabowo ya itu wajar."

"Karena saya kira Pak Prabowo yang kami lihat itu juga terlihat dalam sejumlah kegiatan bersama Pak Jokowi."

"Dan itu secara implisit sebetulnya menunjukkan endorsement," kata Arsul kepada wartawan, Kamis (4/8/2022), dikutip dari Kompas.com. (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved