Lukas Enembe Ditangkap KPK

Beredar Informasi Demonstrasi Mengatasnamakan KRP, Gurik: Aparat Harus Ungkap Penyebar Hoaks!

KNPI dan KRP merasa risih dengan informasi hoaks yang belakangan ini membuat resah masyarakat di wilayah Provinsi Papua.

Tribun-Papua.com/Hendrik Rewapatara
Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Papua Benyamin Gurik meminta penyebar hoaks mengatasnamakan rakyat Papua untuk menghentikan kegaduhan di Bumi Cenderawasih. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Hendrik Rewapatara

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Papua Benyamin Gurik meminta penyebar hoaks mengatasnamakan rakyat Papua untuk menghentikan kegaduhan di Bumi Cenderawasih.

Benyamin Gurik mengatakan, KNPI yang juga tergabung dalam Koalisi Rakyat Papua (KRP), merasa risih dengan informasi hoaks yang belakangan ini membuat resah masyarakat di wilayah Provinsi Papua.

"Hari ini kami pertama kali tampil di muka publik, pasca-penangkapan Bapak Gubernur Lukas Enembe," katanya.

Baca juga: KRP Minta KPK Transparan, Otniel Deda: Rakyat Perlu Update Kesehatan Lukas Enembe

Menurut Benyamin Gurik, pihaknya bersama dengan KRP Save Lukas Enembe menegaskan, tidak pernah mengeluarkan himbauan untuk demo besar-besaran di Kota Jayapura.

"Kami tegaskan disini bahwa informasi mengenai KRP akan mengerahkan massa untuk demo besar-besaran di Kota Jayapura atau sebagian wilayah Papua, itu informasi tidak benar," ujarnya.

 

 

Kata BG sapaan akrabnya, masyarakat Papua perlu mengetahui bahwa KRP tidak pernah mengeluarkan informasi kegaduhan tersebut.

"Tidak pernah ada informasi yang kami sampaikan, baik selaku Ketua KNPI maupun sebagai bagian dari KRP."

"Kami tidak pernah menyampaikan ke masyarakat untuk melakukan aksi unjuk rasa secara besar-besaran di wilayah Papua," sambungnya.

Menurut BG, pihaknya merasa sangat dirugikan dengan pemberitaan miring yang disampaikan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Baca juga: Koalisi Rakyat Papua Tegaskan Tidak Lakukan Demo Pasca-penangkapan Lukas Enembe

"Dan sampai hari ini yang kami sayangkan penyebar informasi hoaks itu tidak bisa diungkap oleh aparat keamanan," ujarnya.

Dikatakan, pelaku penyebaran informasi hoaks itu membuat keresahan dikalangan masyarakat.

"Kami minta aparat keamanan bekerja extra ungkap aktor dibalik penyebar informasi hoaks itu, pastinya, aparat dengan kemampuan teknologi mampu mengungkap siapa dibalik penyebar informasi hoaks ini," katanya.

Gurik menegaskan, untuk seluruh masyarakat di Papua jangan mudah percaya terhadap informasi miring dari siapapun maupun dijejaring sosial media.

"Kami sejak awal tidak pernah lakukan gerakan dengan sembunyi-sembunyi, kalau memang kita akan lakukan pastinya kita akan sampaikan lewat media."

"Saya mau tegaskan, sampai hari ini tidak ada himbauan yang dikeluarkan KRP untuk demonstrasi. Kami minta masyarakat tidak boleh terprofokasi dengan hal itu," tandasnya. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved