Selasa, 12 Mei 2026

Sejarah

Perang Dunia II Membentuk Kota Jayapura

Nama pertama yaitu Hollandia berubah menjadi Sukarnopura, Port Numbay dan kini menjadi Jayapura.

Tayang:
Penulis: Roy Ratumakin | Editor: Roy Ratumakin
Encyclopædia Britannica
Pasukan Jepang pada saat Perang Dunia II. 

“Sampai 22 April 1944 ketika tentara Sekutu berhasil menduduki Hollandia, daerah ini menjadi medan pertempuran. Waktu itu penduduk pribumi yang dalam masa pemboman dan pertempuran mengungsi ke daerah pedalaman, perlahan-lahan mulai kembali lagi,” beber Ester.

 

 

Pembangunan Kota

Ester menjelaskan, usai Perang Dunia II, pemerintah Belanda mulai merencanakan dan melaksanakan pembangunan kota.

Dalam waktu yang singkat, wilayah yang dulu bernama Hollandia dan sekarang adalah Jayapura, meliputi sebagian besar dari daerah pantai barat dari Teluk Humboldt, mengalami perubahan.

Kampung-kampung laut yang yang hampir semuanya terletak di sebelah barat dari teluk, menjadi kampung-kampung dalam suatu kota besar, dan kehidupan masyarakat dari kampung- kampung telah dipengaruhi oleh kehidupan masyarakat kota besar.

Baca juga: Pace, Mace, Ini Sejarah Kota Jayapura yang Pernah Bernama Hollandia

Ketika Belanda kembali berkuasa di Hollandia, setelah PD II hingga integrasi dan pasca-integrasi Papua ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia, Kota Jayapura mengalami perkembangan yang luar biasa.

Perkembangan kota ini ternyata merupakan daya tarik bagi penduduk di luarnya untuk berpindah ke sana dan mencari kesempatan kerja dalam meningkatkan taraf hidup yang dengan sendirinya menunjukkan adanya hubungan timbal balik antara kota dan daerah kampung.

“Kini penduduk Kota Jayapura terdiri dari multietnis di mana penduduk kota sangat dipengaruhi oleh migrasi orang dari luar kota,” jelasnya.

 

Memori Kolektif

Ester mengungkapkan, kini tempat-tempat di Kota Jayapura yang menyimpan sugudang memori kolektif, selain simbol identitas dari masyarakat pemilik tempat dan masa lalu tersebut, telah mengalami bentukan akibat migrasi dan modernisasi kota.

Baca juga: Sejarah Korps Wanita Angkata Laut, Pertama Bertugas 1 Mei 1963 di Hollandia (Jayapura)

“Keberadaan berbagai etnis pendatang di Jayapura mempengaruhi sosial dan kehidupan budaya yang ditunjukkan oleh kekerabatan yang kuat ikatan dan tinggal berdekatan dengan kerabat dari suku yang sama,” ungkap dia.

Ester menyatakan, ada pemukiman dihuni oleh pendatang dari daerah tertentu.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved