Senin, 11 Mei 2026

Sejarah

Perang Dunia II Membentuk Kota Jayapura

Nama pertama yaitu Hollandia berubah menjadi Sukarnopura, Port Numbay dan kini menjadi Jayapura.

Tayang:
Penulis: Roy Ratumakin | Editor: Roy Ratumakin
Encyclopædia Britannica
Pasukan Jepang pada saat Perang Dunia II. 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Kota Jayapura menjadi ibu Kota Provinsi Papua. Kota Jayapura berdiri sejak 7 maret 1910. Wilayah ini sempat beberapa kali berganti nama.

Nama pertama yaitu Hollandia berubah menjadi Sukarnopura, Port Numbay dan kini menjadi Jayapura.

Baca juga: HOLLANDIA: Kota Seribu Pinang

Dosen Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Cenderawasih, Ester Yabeyapdi mengungkapkan, ada sejumlah tempat yang memiliki sejarah ruang publik.

Tempat-tempat yang dimaksud di wilayah Jayapura adalah Bivak Hollandia, Taman Imbi, Koloofkamp, Pantai Base-G, Dok, Army Post Office (APO), Kloof KAMP, Werf, Pelabuhan Hollandia, Polimak, Ber en Dal (Argapura).

 

 

Kemudian, Metu Debi Kampung Laut yang meliputi, Kampung Tobati, Enggros, Kayu Pulau dan Kampung Kayu Batu, Hamadi, Kota Raja, Vim, Skouw, Nafri, Hollandia Binen, Kompleks Uncen, Motor Pool Padang Bulan dan Yoka.

"Deskripsi singkat keadaan Kota Hollandia (Kota Jayapura) merupakan implikasi dari kehadiran Pemerintah Kolonial Belanda dalam mewujudkan citranya dalam kota kolonial, Hollandia,” kata Ester dikutip dari laman Kompas.com.

Baca juga: ABEPURA: Hollandia-Binnen

Perang Dunia II

Ester mengatakan, Kota Jayapura hari ini merupakan daerah yang mengalami bentukan ketika Perang Dunia II.

“Keadaan ini tidak banyak mengalami perubahan sampai Pemerintah Kolonial Belanda meninggalkan untuk kedua kali dan untuk selama-lamanya daerah ini pada tanggal l Mei 1963,” katanya. Menurut Ester, Kota Hollandia merupakan kota yang muncul karena Perang Dunia II antara Sekutu yang dipimpin Amerika Serikat dengan Jepang.

Di balik perang tersebut muncul kota baru, Hollandia.

“Dalam bulan April tahun 1942, Jepang menduduki Hollandia. Daerah ini menjadi objek militer Jepang yang penting. Dengan demikian dibuatlah jalan-jalan, lapangan terbang dan berbagai sarana lain guna menunjang Jepang selama Perang Dunia II,” tuturnya.

Baca juga: Sejarah Jayapura: Asal Usul Nama, Nova Guinea hingga Hollandia dan Persinggahan Pelaut Abad 16

Dosen Sejarah Universitas Cenderawasih ini membeberkan bahwa pada 1943 ketika tentara Jepang mulai mundur dari wilayah lautan teduh (Lautan Pasifik), daerah teluk Hollandia menjadi objek serangan-serangan dari kapal-kapal terbang Sekutu yang menyerang.

Mencapai puncaknya dengan usaha- usaha pendaratan dari tentara Sekutu.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved