Pemilu 2024
CURAHAN Hati Fauzun Nihayah yang Bakal Duduk di DPR Papua Selatan
Apalagi Papua Selatan ini Daerah Otonomi Baru, butuh konsentrasi dari semua pihak untuk kita sama-sama membangun Papua Selatan yang baru terbentuk.
Penulis: Yulianus Bwariat | Editor: Roy Ratumakin
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Yulianus Bwariat
TRIBUN-PAPUA.COM, MERAUKE - Fauzun Nihayah, wanita kelahiran Pati 10 Desember 1983 itu, berhasil meraih 5.302 suara by name dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) tingkat provinsi Papua Selatan.
Kepada Tribun-Papua.com, Fauzun Nihayah yang sebelumnya duduk di DPR Provinsi Papua, Dapil Papua Selatan, sedikit menceritakan membuka alasan dirinya maju sebagai Calon Legislatif pada Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Papua Selatan.
Baca juga: BAWA SPANDUK, Mama-mama Pedagang Papua Selatan Geruduk Kantor MRPS, Ini Tuntutan Mereka
"Ketika saya duduk di DPR Provinsi Papua, saya terus melakukan reses atau kunjungan masyarakat ke kampung-kampung di Merauke, saya melihat banyak sekali permasalahan terutama masalah pendidikan," ucap Fauzun, Kamis (21/3/2024).
Ibu yang memiliki Tiga anak bernama Aufa Abdilla Elfaraby, Nafeeza Kania Fatiha dan Muhammad Fawwaz Ziyad, itu menuturkan, anak-anak di wilayah Papua Selatan dapat dikatakan belum merdeka dalam dunia pendidikan.
Di tengah-tengah keramaian, kemajuan perkembangan teknologi modern, terkhusus di Kabupaten Merauke, Fauzun yang kini sedang berjuang untuk menyelesaikan gelar Doktor pada Universitas Negeri Surakarta Sebelas Maret itu, masih mendapatkan anak-anak sekolah yang belum memiliki fasilitas pendidikan di sekolah di kabupaten Merauke dengan baik.
"Ketika saya duduk di Komisi V DPR Provinsi Papua, dan saya bekerja sesuai Komisi saya yakni Pendidikan, kesehatan, perempuan dan anak, saya melihat banyak permasalahan pendidikan di Papua Selatan, contohnya di Merauke, waktu itu saya temui ada satu sekolah namanya SD Nusantara, disana 90 persen itu murid-muridnya anak Papua, tidak memiliki seragam semua dan tidak memakai sepatu, melihat hal itu langsung saya berikan mereka seragam dan sepatu waktu itu, sebenarnya masih banyak lagi permasalahan pendidikan di Papua Selatan," ungkapnya.
Baca juga: Rapat Bersama 4 Kabupaten di Papua Selatan, Ini Permintaan Apolo Safanpo
Contoh lainnya, Sekolah Dasar di kampung Tambat, Distrik Tanah Miring, Kabupaten Merauke, tenaga guru jarang hadir disana, sehingga Fauzun berinisiatif untuk membantu LCD Proyektor untuk digunakan salah satu guru yang rajin mengajar di beberapa kelas pada sekolah tersebut.
"Ini kondisi yang sangat nyata di depan mata kita, kita tidak mengada-ada, kampung Tambat tidak jauh dari kota Merauke, bagaimana kondisinya yang jauh dari kota,, seperti di DistrikTabonji, saya kesana dan melihat guru-guru di sana jarang juga di tempat," terangnya.
Permasalahan Pendidikan di Papua Selatan tidak terlepas dari pembentukan Sumber Daya Manusia, sehingga problem pendidikan sangat krusial yang membutuhkan konsentrasi bersama dalam pembangunan baik itu pendidikan maupun dari sisi lainnya.
"Apalagi Papua Selatan ini Daerah Otonomi Baru, butuh konsentrasi dari semua pihak untuk kita sama-sama membangun Papua Selatan yang baru terbentuk."
Baca juga: Meraih Suara Terbanyak DPD di Dapil Papua Selatan, Ini Sosok Adib Fuad
"Hampir semua kampung khususnya di Merauke saya sudah masuk, salah satunya di Distrik Tabonji, anak-anak kita Papua disana belum merdeka dalam pendidikan, sisi lainnya ekonomi masyarakat lokal mereka juga perlu didorong, sebab kalau boleh dapat saya katakan masih jauh dari kata maju," tambahnya.
Fauzun Nihayah, kader Perempuan dari Partai Nasional Demokrasi (NasDem) itu, tidak pungkiri Sumber Daya Alam (SDA) di Papua Selatan sangat melimpah, namun disayangkan kalau SDA melimpah tidak diimbangi dengan SDM yang mumpuni guna mengelola SDA untuk kesejahteraan masyarakat sendiri, khususnya masyarakat asli Papua.
| KPU Papua Pegunungan TUNDA Penetapan Kursi DPR, Ini Alasannya |
|
|---|
| Tolak Pergantian Sepihak Anggota DPD Dapil Papua, Berikut Sikap Tegas Keluarga Besar Regina Muabuay |
|
|---|
| Keluarga Regina Muabuay Minta KPU Akomodir Posisi DPD Terpilih Digantikan Perempuan Asli Papua |
|
|---|
| Hari Ini Tiba di Jakarta, KPU Papua Pegunungan Serahkan Hasil Pleno |
|
|---|
| KPU Papua Pegunungan Ungkap Kendala Penetapan DPRD, Ini Kata Daniel Jingga |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/21032024-Fauzun_Nihayah.jpg)