ypmak
Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK)

Info Nabire

Pemprov Papua Tengah Pastikan Stok Obat di RSUD Nabire Terpenuhi

Silwanus Sumule mengatakan, semua dapat terjaga baik karena, koordinasi yang dilakukan mereka bersama para direktur RSUD yang ada begitu intens.

|
Penulis: Calvin Louis Erari | Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Istimewa
Kepala Dinas Kesehatan Papua Tengah, Silwanus Sumule. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Calvin Louis Erari

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Pemprov Papua Tengah, hingga kini terus konsisten dalam menjaga dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Terutama terkait pelayanan kesehatan di rumah sakit di provinsi ini.

Kepala Dinas Kesehatan Papua Tengah, Silwanus Sumule mengatakan, semua dapat terjaga baik karena, koordinasi yang dilakukan mereka bersama para direktur RSUD yang ada begitu intens.

Baca juga: Persediaan Obat Minim, Pasien RSUD Nabire Mengeluh

"Hal ini karena RSUD Nabire dan Timika merupakan rumah sakit regional di Papua Tengah," kata Silwanus kepada Tribun-Papua.com, di Nabire, Senin, (25/3/2024).

Kemudian, perlu dijaganya komunikasi dengan yang baik, sebab kedua rumah sakit regional ini tidak hanya melayani pasien lokal.

"Contohnya seperti RSUD Nabire, ini melayani pasien dari Paniai, Dogiyai, Deiyai, dan Intan Jaya, sementara RSUD Mimika melayani pasien dari Puncak, Puncak Jaya, maupun sebagian dari Intan Jaya, jadi bukan hanya pasien lokal saja yang dilayani," ujar Silwanus.

 

Tampak depan RSUD Nabire, Papua Tengah.
Tampak depan RSUD Nabire, Papua Tengah. (Tribun-Papua.com/Yulianus Degei)

 

Selain itu, terlepas dari RSUD Mimika, menurut Silwanus, RSUD Nabire juga menerima pasien dari daerah lain, seperti Provinsi Papua dan Papua Barat.

"Jadi sesuai data, RSUD Nabire melayani juga pasien dari Wasior, Kepulauan Yapen dan Biak, maka itu, rumah sakit ini layani lintas provinsi, maka itu kami harus memastikan, layanan di RSUD Nabire berjalan maksimal dan istimewa," jelasnya.

 

Ketersediaan Obat

Selain itu, menurut Silwanus, stok obat di RSUD Nabire, memang dalam laporan, sering terjadi kekurangan.

Hal itu disebabkan, karena pada 2023, Dinkes Papua Tengah belum diijinkan untuk melakukan fungsi keformasian secara mandiri, dan harus bergantung dengan Papua induk, nanti pada 2024, baru ijin tersebut ada.

Halaman
12
Sumber: Tribun Papua
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved