Kesehatan
Benarkah Lari Bikin Kulit Kendur? Simak Cara Mengatasi Runner Face
Istilah runner face ini umumnya menggambarkan tampilan kulit wajah yang berubah warna dan memiliki keriput yang terlihat kasar, lelah, atau lebih tua.
TRIBUN-PAPUA.COM - Saat in lari menjadi satu dari sekian olahraga outdoor yang digemari.
Sayangnya, aktivitas luar ruangan memberikan dampak negatif bagi kulit kita.
Selain debu dan kotoran, sinar matahari yang terik juga bisa membuat kulit tampak lebih tua, kusam, kendur.
Penelitian mengatakan lari dapat meningkatkan kesehatan jantung, meningkatkan suasana hati, dan bahkan mengurangi risiko radang sendi dan masalah memori.
Namun jika kamu baru-baru ini membaca berita-berita online, kamu mungkin mendengar bahwa lari juga dapat menyebabkan perubahan karakteristik pada kulit, yang sering digambarkan sebagai "wajah pelari" atau "runner face".
Baca juga: BANGGA Dua Prajurit Yonif 754/ENK Mimika Sabet 2 Medali di Lari Maraton Jakarta dan Bandar Lampung
Apa itu wajah pelari?
“Istilah runner face ini umumnya menggambarkan tampilan kulit wajah yang berubah warna dan memiliki keriput yang terlihat kasar, lelah, atau lebih tua dari usia sebenarnya,” kata Samuel J. Lin, MD, FACS, profesor bedah di Harvard Medical School dan ahli bedah plastik di Boston.
Kebanyakan orang pertama kali mendengar istilah ini di TikTok.
Pada bulan Februari 2023, Gerald Imber, MD, seorang ahli bedah plastik dan pakar anti-penuaan, memposting video tentang konsep tersebut, mengatakan bahwa olahraga tertentu dapat mempercepat penurunan berat badan dan memunculkan kerutan, dan lari jarak jauh adalah salah satunya.
“Pernahkah kamu melihat pelari jarak jauh yang tidak memiliki wajah lebih tua,” tanyanya. "Itulah yang terjadi: Wajah akan tampak lebih tua dan tirus."
Meski begitu, dia menambahkan bahwa fenomena ini umumnya hanya terjadi pada pelari jarak jauh, sehingga akan "baik-baik saja" untuk berlari setiap hari atau beberapa kilometer beberapa kali seminggu.
Apa penyebab Runner Face? Berkembangnya "wajah pelari" kemungkinan besar disebabkan oleh beberapa hal berbeda.
Berikut inilah yang menurut ahli bedah plastik memberikan kontribusi paling besar.
Lemak tubuh rendah
Studi menunjukkan bahwa pelari jarak jauh cenderung memiliki lemak tubuh lebih rendah dibandingkan orang yang tidak aktif, terutama mereka yang berusia 35 tahun ke atas.
| Sinergi ASABRI dan Polda Papua: Program TUNAS Sasar Penurunan Stunting di Muara Tami Jayapura |
|
|---|
| RSUD Abepura Gandeng Bank Papua untuk Pembayaran Digital, Begini Cara Kerja Payment Point |
|
|---|
| PIS dan doctorSHARE Hadirkan Layanan Kesehatan Terapung di Papua, Sasar 10 Ribu Warga Waigeo Utara |
|
|---|
| 5 Alasan Utama Orang Indonesia Memilih Berobat ke Luar Negeri |
|
|---|
| Virus HMPV: Apa Itu dan Mengapa Perlu Diwaspadai? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/29042024-Olahr.jpg)