Kesehatan
Benarkah Lari Bikin Kulit Kendur? Simak Cara Mengatasi Runner Face
Istilah runner face ini umumnya menggambarkan tampilan kulit wajah yang berubah warna dan memiliki keriput yang terlihat kasar, lelah, atau lebih tua.
Jangan merokok
Merokok dapat meningkatkan efek penuaan dan memperkuat efek pada wajah pelari.
Menurut American Osteopathic College of Dermatology (AOCD), merokok menyebabkan kulit kering, warna kulit tidak merata, mata longgar, garis rahang kendor, serta kerutan dan keriput yang lebih dalam.
“Biasanya kulit seorang perokok berat berusia 40 tahun mirip dengan kulit bukan perokok berusia 70 tahun,” tulis mereka.
Karena berbagai alasan, lebih baik hentikan kebiasaan tersebut.
Konsumsi lemak sehat
Pola makan dapat memiliki efek anti-penuaan, yang dapat mengurangi efek berlari jarak jauh.
Lemak sehat, seperti yang ditemukan dalam minyak zaitun, alpukat, dan kacang-kacangan, merupakan bagian dari pola makan sehat.
Makan sayuran
Sayuran kaya antioksidan dan nutrisi, yang dapat membantu regenerasi sel.
Banyak sayur juga anti-inflamasi dan dapat membantu produksi kolagen, protein yang memberi kekuatan dan kekenyalan pada kulit.
Kesimpulan Meskipun runner face menjadikan wajah tampak leih tua, namun tidak ada risiko medisnya.
Jika kamu mengkhawatirkan penampilan kulit, ikuti tips di atas untuk mengurangi dampak lari.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Apa Itu Runner Face dan Bagaimana Menghindarinya?
| Sinergi ASABRI dan Polda Papua: Program TUNAS Sasar Penurunan Stunting di Muara Tami Jayapura |
|
|---|
| RSUD Abepura Gandeng Bank Papua untuk Pembayaran Digital, Begini Cara Kerja Payment Point |
|
|---|
| PIS dan doctorSHARE Hadirkan Layanan Kesehatan Terapung di Papua, Sasar 10 Ribu Warga Waigeo Utara |
|
|---|
| 5 Alasan Utama Orang Indonesia Memilih Berobat ke Luar Negeri |
|
|---|
| Virus HMPV: Apa Itu dan Mengapa Perlu Diwaspadai? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/29042024-Olahr.jpg)